Di suatu bukit yang menjulang tinggi, di mana datarannya dipenuhi rumput hijau sepanjang mata memandang, hanya terlihat sedikit pohon-pohon.
Di bukit itu, dari jauh terlihat sebuah titik kecil seperti seorang yang tergeletak. Di tempat orang itu terdapat tanah retak yang berlubang, seperti orang itu jatuh dari ketinggian.
Aku terbang menghampirinya, dan melihat orang itu — tubuhnya terdapat beberapa luka, tapi tidak ada luka yang mematikan. Orang itu wajahnya lumayan tampan, tapi tidak sebanding denganku. Setelah aku melihatnya melalui indra spiritual, hanya baju-baju aneh yang robek dan luka luka ringan.
Aku menyalurkan energi spiritual untuk menyembuhkannya dan membuatnya sadar. Orang ini tidak memiliki kultivasi sama sekali.
Setelah beberapa saat, orang itu perlahan-lahan mulai menunjukkan tanda-tanda akan sadar.
Aku perlahan mulai membentuk segel untuk mengali ingatan dari dalam dirinya. Saat aku hendak mencari ingatannya dari jiwanya, aku merasakan "Terror" yang mematikan.
Aku melihat seorang pria yang tingginya menjulang sampai angkasa. Aku tidak dapat melihat wajah dan penampilannya dengan jelas; yang kulihat hanya hitam-abu-abu, seperti sebuah dunia yang menampilkan warna itu saja — atau lebih tepatnya, tidak boleh dilihat dengan jelas.
Pria yang menjulang itu berdiri sendirian, dan di hadapannya banyak makhluk yang hampir menyamai tingginya. Bintang-bintang berhenti bersinar seakan takut untuk menunjukkan diri. Di berbagai dunia seakan menahan napas saat menyadari kehadiran para sosok itu; kosmos tempat mereka berada menjadi sunyi, seakan mati.
Saat itu para sosok itu seperti berbicara dan menunjuk kepada pria itu — pria yang sendirian. Aku tidak bisa menangkap apapun dari perbincangan mereka; seakan ada kekuatan yang memblokir, seakan ini hal tabu untukku.
Para sosok itu tiba-tiba membentuk segel di tangan mereka. Seketika naga, Kunpeng, Phoenix, Vermilion muncul — masing-masing dari mereka sangat besar; kekuatan mereka bisa menghancurkan dunia.
Tapi saat pria yang sendirian itu melihat itu, dia membentuk segel di tangan dan sebuah segel terbentuk di belakangnya. Bentuknya bulat, hampir lebih besar darinya; di segel itu banyak formasi, kata-kata yang tidak aku mengerti — terlalu misterius dan mengerikan.
Pria itu melepaskan kekuatannya, mengangkat tangan dan mengarahkannya ke para sosok di depannya. Aku tidak bisa melihatnya dengan jelas, tapi saat itu terjadi benturan yang mengerikan, dan menghancurkan seluruh kosmos itu.
Detik berikutnya aku kembali ke kenyataan dan meneguk seteguk darah, dan kultivasiku menurun dari "Body Integration" ke "Core Formation." Ini adalah penurunan yang sangat, sangat jauh. Wajahku memucat seakan-akan mati — ini sungguh mengerikan.
.....
Aku adalah "ZHU TIAN", pria modern yang tampan dan keren. Saat itu aku sedang berada di rumah, sedang bermain game di PC, dan saat itu ada teman yang menelpon.
"Tring, tring."
Suara HP-ku terdengar di sebelah, dan aku mengangkatnya sembari masih bermain game.
"Tian, aku menemukan reruntuhan kuno yang sangat keren," seru temanku dengan penuh semangat.
Aku hanya menanggapi dengan santai, "Oh."
"Tian, ini bukan seperti reruntuhan pada umumnya, ini sangat keren, sungguh," kata temanku, sedikit kecewa karena nadaku datar, lalu kembali bersemangat dan memberitahuku, "Tian, kamu orang yang suka menjelajahi misteri kultivasi. Reruntuhan ini ada hubungannya dengan itu."
Memang benar aku suka misteri kultivasi, dan aku suka membaca novel kultivasi, jadi aku sedikit tertarik tetapi tidak menunjukkan itu. Dengan nada sedikit menikmati, aku menjawab, "Terus?"
"Ayo kita menjelajahi—" ajak temanku dengan penuh semangat.
Setelah mencoba menolak beberapa kali, pada akhirnya aku tetap terbujuk oleh godaan temanku. "Baiklah, kita berangkat besok. Selain hari itu aku nggak mau pergi," ucapku dengan nada sedikit malas.
"Baiklah," jawab temanku penuh semangat. Yah, pergi pun nggak akan sia-sia; bagaimanapun aku suka misteri kultivasi.
Keesokan harinya kami sampai di tempat yang diberitahu temanku,teman ku memakai baju tipis dan celana panjang,sambil mengenakan kacamatanya karena teman ku sedikit rabun, aku mengenakan jaket tipis hitam polos dan celana hitam panjang.
Tempat ini sangat besar dan lebar, mungkin hampir menyamai gunung kecil. Tempat ini sangat gelap, dan kami melihat sekitar menggunakan cahaya HP. Tempat aku dan temanku berada seperti sebuah aula sekte — banyak tempat duduk di bagian belakang dan paling depan ada satu kursi yang berada agak tinggi dari semua kursi yang ada; mungkin itu kursi ketua sekte. Tentu saja pengetahuan ini aku dapat dari novel.
Dilihat-lihat, semuanya ada barang berkualitas tinggi; dinding-dinding memiliki ukiran-ukiran yang elegan dan sangat bagus tapi juga mengerikan. "Beneran tempat ini sangat keren," ucap temanku sambil merentangkan tangannya dengan gembira.
Temanku memang orang yang suka sejarah dan misteri, apalagi kalau tempat-tempat kuno.
Saat itu aku berjalan menuju tempat duduk ketua sekte, menaiki beberapa tangga dan mencoba duduk di kursi ketua sekte.
Saat duduk, aku merasa sangat luar biasa dan takjub melihat pemandangan di depan. Aku berkhayal di depan banyak para tetua membungkuk hormat kepadaku. "Perasaan ini sungguh menakjubkan."
Sementara temanku sibuk mengamati ukiran-ukiran di dinding, aku perlahan bangkit dari kursi ketua sekte ini dan memeriksa bagian belakang.
Di bagian belakang aku menemukan retakan di dinding — seakan bisa tembus ke dalam. Di dalamnya gelap gulita, tidak terlihat apa-apa.
Bagi seorang kultivator, retakan yang di lalui Zhu Tian tadi adalah kehampaan; sebuah retakan kehampaan.
Zhu Tian berjalan lurus terus tetapi tidak bisa menemukan ujungnya sama sekali. Di detik berikutnya, berikut nya dari jarak yang sangat jauh Zhu Tian tertabrak sebuah energi kecil seorang kultivator dan perlahan lahan kehilangan kesadaran nya dengan wajah seperti berkata" Apa yang terjadi??".
Sementara itu di sisi temannya, temannya berteriak beberapa kali memanggil nama Zhu Tian, tapi tidak mendapat respons.
"Tian, apakah pulang lebih dulu ya? Ya anak itu gampang bosan sih," ucap temannya lesu dan sedikit senyum misterius.
Sementara Tian tak sadarkan diri, dia terlempar melalui kehampaan dan jatuh di bukit ini.
Aku — Zhu Tian — aku tidak mengerti. Awalnya aku berada di ruang gelap, aku seperti tertabrak sesuatu tadi, dan tak sadarkan diri aku tiba-tiba muncul di sini. Pemandangannya cukup mengejutkan.
Aku melihat pria dengan pakaian kuno, dengan beberapa ukiran di pakaiannya yang berwarna biru; pakaian tampak berkualitas tinggi.
Aku melihat wajahnya dan sangat terkejut. Wajahnya putih tetapi sangat pucat; di sekitar bibirnya ada noda darah. Rambutnya panjang hitam; mata seperti bintang; wajah yang tampan.
Aku yang awalnya berbaring langsung duduk. "Kamuu...?" aku nggak bisa menahan rasa penasaran dan melontarkan kata-kataku.
