Cherreads

The Universal Anomaly

ijaaa_3596
56
chs / week
The average realized release rate over the past 30 days is 56 chs / week.
--
NOT RATINGS
2.3k
Views
Synopsis
1. Protagonis: Sang Anomali Latar Belakang: Seorang pemuda yang hidup di pinggiran galaksi, bekerja sebagai teknisi rongsokan kapal ruang hampa. Dia selalu merasa dunia ini "salah"—terlalu simetris, terlalu teratur. •Kekuatan (The Glitch System): Dia bisa melihat "garis kode" yang menyusun materi. •Phase Shift: Menembus benda padat dengan mendistorsi kepadatan atomnya. •Gravity Inversion: Membalikkan arah jatuh dalam radius tertentu. •Resource Rewrite: Mengubah fungsi benda (misal: mengubah tumpukan besi tua menjadi senjata tajam berenergi tinggi secara instan). 2. Musuh: The Curators (Para Kurator) Entitas atau organisasi yang menjaga stabilitas simulasi. Mereka menganggap siapa pun yang memiliki kekuatan "Glitch" sebagai virus yang harus dihapus. Mereka dingin, tanpa emosi, dan menggunakan teknologi yang terlihat seperti sihir tingkat tinggi.
VIEW MORE

Chapter 1 - Bab 1: Retakan di Langit Sektor 7

Langit di atas Planet Tambang K-18 tidak pernah benar-benar hitam. Cairan gas ungu berpendar di cakrawala, memberikan pencahayaan yang redup dan muram pada tumpukan rongsokan kapal ruang angkasa yang menggunung. Di antara besi tua itu, Ija duduk menyendiri. Tubuhnya yang tidak terlalu besar tampak kontras dengan latar belakang mesin-mesin raksasa yang sudah mati.

Ija menyalakan sebatang rokok elektrik murahan. Cahaya biru kecil dari alat itu menyinari wajahnya yang tenang namun waspada. Di matanya, dunia tidak terlihat seperti yang dilihat orang lain.

Sejak kecil, Ija melihat "Glitch".

Terkadang, pegangan pintu yang ia sentuh bergetar hebat lalu menghilang. Terkadang, gravitasi di sekitarnya seolah lupa arah, membuat tetesan air hujan jatuh ke atas, bukan ke bawah.

“Lapor, ditemukan anomali data di koordinat 44-X,” suara dingin mekanis terdengar dari kejauhan.

Ija menoleh. Tiga sosok berjubah perak mengambang beberapa inci dari tanah. Mereka adalah The Curators—penjaga stabilitas simulasi galaksi yang tak punya belas kasihan. Wajah mereka tertutup topeng kaca datar yang hanya menampilkan kode-kode berjalan.

"Hei, aku hanya tukang rongsokan," gumam Ija, menjatuhkan rokoknya.

Salah satu Kurator mengangkat tangan. Udara di sekitar Ija mendadak membeku, partikel oksigen dipaksa berhenti bergerak oleh perintah sistem mereka. Ija sesak napas. Di saat itulah, sebuah jendela transparan muncul tepat di depan pupil matanya.

[SYSTEM OVERRIDE DETECTED]

[Identity: Ija (The Anomaly)]

[Current Command: Deletion in progress...]

[Counter-Measure: Rewrite Reality? (Y/N)]

"Sialan... Tentu saja 'Y'!" teriak Ija dalam hati.

Dunia di sekitar Ija mendadak pecah seperti kaca yang retak. Garis-garis kode berwarna emas neon muncul dari tanah. Ija menyentuh tumpukan besi tua di sampingnya, dan dalam sekejap, struktur atom besi itu berubah. Besi rongsokan itu melunak, melilit kaki para Kurator, lalu meledak menjadi ribuan jarum tajam yang menembus jubah mereka.

Satu Kurator berhasil menghindar, namun seorang wanita misterius tiba-tiba muncul dari balik bayangan. Rambutnya putih perak, kulitnya sepucat rembulan, dan dia memegang pedang laser yang terbuat dari fragmen bintang.

"Jangan mati dulu, Anomali," ucap wanita itu dengan suara dingin namun memikat. "Perjalananmu baru saja dimulai."

Glitch yang Mengguncang Galaksi (Bagian 2)

Lantai logam di bawah kaki Ija bergetar hebat. Suara decit besi yang beradu dengan aspal planet K-18 menciptakan simfoni kematian yang memekakkan telinga. Para Kurator, entitas yang biasanya tak tersentuh oleh hukum alam semesta, kini tampak panik. Sensor di wajah kaca mereka berkedip merah—tanda bahwa ada sesuatu yang tidak masuk akal sedang terjadi.

"Siapa... siapa kau sebenarnya?" salah satu Kurator bersuara, suaranya terdistorsi seperti radio rusak.

Ija tidak menjawab. Napasnya terengah, namun matanya yang tajam terpaku pada aliran kode emas yang kini mengalir di telapak tangannya. Ia merasa seolah-olah seluruh galaksi ini hanyalah sebuah buku tua yang bisa ia hapus dan tulis ulang sesuka hati.

Di depan matanya, jendela sistem kembali berkedip dengan teks yang lebih kompleks:

[SKILL ACTIVATED: ATOMIC REWRITE]

[Target: Iron Scrap Grade-D]

[Outcome: Plasma Blade Formation]

[Success Rate: 99.9%]

Secara instan, batangan besi karat yang dipegang Ija berpijar biru terang. Logam itu meleleh, memadat, dan berubah menjadi pedang plasma yang mengeluarkan dengungan energi tinggi. Udara di sekitar pedang itu terasa panas, bahkan sanggup membakar partikel debu yang lewat.

"Aku hanya seorang teknisi," bisik Ija, suaranya dingin dan berat. "Dan kalian... hanyalah sampah sistem yang perlu dibersihkan."

Ija menerjang maju. Gerakannya bukan lagi gerakan manusia biasa. Sistem di kepalanya seolah memberikan buff pada saraf motoriknya, membuat waktu di sekitarnya terasa berjalan lambat. Dengan satu ayunan horisontal, pedang plasmanya membelah udara, meninggalkan jejak cahaya biru yang membekas di retina mata siapa pun yang melihatnya.

SLASH!

Dua jubah perak Kurator terbelah menjadi dua. Bukannya darah, yang keluar dari tubuh mereka adalah percikan listrik statis dan ribuan baris kode yang buyar ke udara. Mereka lenyap, terhapus dari simulasi ini seolah-olah mereka tidak pernah ada.

Wanita berambut perak yang tadi muncul di bayangan, Lyra, menyarungkan pedang bintangnya dengan gerakan yang sangat anggun. Ia menatap Ija dengan tatapan yang sulit diartikan—campuran antara rasa ingin tahu yang besar dan rasa hormat yang terpendam. Jubah tempurnya yang ketat menonjolkan lekuk tubuhnya yang atletis, menambah kesan dominan sekaligus mempesona di tengah kekacauan ini.

"Kau menggunakan kekuatan Anomali dengan sangat kasar, Ija," ujar Lyra sambil melangkah mendekat. Aroma parfum yang bercampur dengan bau ozon tercium dari tubuhnya, membuat Ija sedikit salah tingkah. "Jika kau terus begini, bukan hanya Kurator, tapi The Great Architect sendiri yang akan turun tangan untuk menghapusmu."

Ija menurunkan pedangnya, cahaya plasma itu perlahan meredup. "Architect? Siapa mereka?"

Lyra tersenyum tipis, sebuah senyuman yang jarang ia perlihatkan kepada siapa pun. "Duniamu terlalu kecil, Ija. Kau menganggap ini adalah planet tambang, padahal ini hanyalah sebuah folder penyimpanan di server raksasa yang disebut Galaksi Andromeda. Dan kau... kau adalah virus yang baru saja bangun."

Tiba-tiba, bumi kembali berguncang. Di langit Sektor 7, sebuah lubang hitam kecil terbuka. Bukan lubang hitam alami, melainkan sebuah portal dimensional yang dikelilingi oleh pola geometris yang rumit.

"Kita harus pergi sekarang," Lyra menarik tangan Ija. Genggamannya kuat namun terasa halus. "Kapal induk mereka akan segera melakukan format pada area ini. Jika kita tetap di sini, kita akan lenyap bersama rongsokan-rongsokan ini."

Ija menoleh ke arah gubuk kecilnya di kejauhan, tempat ia menyimpan sedikit kenangan tentang orang tuanya di planet ini. Namun, ia tahu Lyra benar. Masa depannya bukan lagi di antara tumpukan besi tua. Masa depannya ada di antara bintang-bintang, di mana ia akan membangun kerajaannya sendiri dan mengumpulkan orang-orang yang senasib dengannya.

"Ke mana kita akan pergi?" tanya Ija sambil mengikuti langkah Lyra menuju sebuah kapal kecil yang tersembunyi di balik bukit pasir.

Sesaat sebelum mereka memasuki kapal, Ija melihat ke arah sistemnya sekali lagi. Sebuah notifikasi baru muncul, membuat jantungnya berdegup kencang:

[MISSION START: THE FIRST CONQUEST]

[Objective: Reclaiming the Lost Sector]

[Reward: First Harem Member Affinity Boost +20%]

Ija tersenyum kecut. Sepertinya, hidupnya tidak akan pernah membosankan lagi sejak saat ini.