Cherreads

Warisan cahaya dari dunia tersembunyi

zxaura
7
chs / week
The average realized release rate over the past 30 days is 7 chs / week.
--
NOT RATINGS
133
Views
VIEW MORE

Chapter 1 - SUARA DARI PEDANG KUNO

Arven terbangun dengan napas terengah-engah. Tubuhnya terasa panas, seolah-olah ada api yang mengalir di dalam darahnya.

Langit malam di atas Hutan Kelam masih gelap, namun cahaya biru dari pedang yang tadi ia sentuh kini telah menghilang.

Pedang itu… sekarang berada di tangannya.

"Ini… bagaimana bisa?" gumam Arven pelan.

Pedang itu tampak tua, namun bilahnya berkilau aneh seperti memantulkan cahaya bulan. Saat Arven mencoba melepaskannya, sesuatu tiba-tiba terdengar di dalam pikirannya.

"Akhirnya kau bangun, pewarisku."

Arven langsung berdiri dengan kaget.

"Siapa itu?!"

Ia melihat ke sekeliling hutan, tetapi tidak ada siapa pun di sana. Angin malam hanya menggerakkan dedaunan.

"Tidak perlu mencari. Aku berada di dalam pedang yang kau pegang."

Jantung Arven berdegup semakin cepat.

"Pedang… bisa bicara?"

"Aku bukan sekadar pedang."

Cahaya biru tipis kembali muncul di sepanjang bilahnya.

"Aku adalah Relicta, senjata kuno yang diciptakan pada zaman ketika naga masih terbang di langit dunia ini."

Arven menelan ludah.

Semua cerita itu hanya legenda yang biasa diceritakan para tetua desa.

Namun sekarang… pedang di tangannya mengatakan itu nyata.

"Apa maksudmu… pewaris?" tanya Arven dengan hati-hati.

Beberapa detik hening.

Kemudian suara itu kembali berbicara.

"Karena hanya kau yang mampu membangunkanku."

Tiba-tiba tanah di sekitar Arven bergetar.

Dari dalam kegelapan hutan terdengar suara langkah berat.

GRRRAAA…

Seekor makhluk besar keluar dari balik pepohonan.

Matanya merah menyala.

Seekor serigala bayangan—monster yang hanya ada dalam cerita para pemburu.

Arven membeku.

Ia belum pernah melawan monster sebelumnya.

"Angkat pedangmu." suara Relicta berkata.

"T-tunggu! Aku tidak tahu cara bertarung!"

Serigala bayangan itu melompat ke arahnya dengan taring terbuka.

Dalam kepanikan, Arven mengayunkan pedangnya.

Cahaya biru meledak dari bilah pedang.

SWOOOSH!

Dalam satu tebasan, tubuh monster itu terbelah menjadi kabut hitam.

Hutan kembali sunyi.

Arven berdiri terpaku, masih memegang pedang itu.

"A-aku… membunuhnya?"

"Tidak." kata suara itu tenang.

"Kau baru saja mengambil langkah pertama menjadi pewaris kekuatan kuno."

Arven menatap pedang di tangannya.

Ia tidak tahu bahwa mulai malam itu, hidupnya tidak akan pernah kembali sama.

Dan jauh di utara…

Di sebuah menara batu hitam, seorang pria berjubah gelap tiba-tiba membuka matanya.

"Energi itu…"

Ia tersenyum tipis.

"Pedang Relicta telah bangkit."

Petualangan Arven baru saja dimulai. 🔥