Cherreads

Chapter 37 - Chapter 37

🔥 CHAPTER 37 — "Tes Terakhir Dunia Kecil, Teknik Jiwa Tertinggi, & Rex Pamer Bodoh di Momen yang Salah"

---

❄️ ADEGAN PEMBUKA — FROSTVEIL DALAM KEGELISAHAN

Di istana Frostveil, angin dingin mengamuk.

Pemimpin Frostveil memejamkan mata, mencoba menstabilkan amarahnya.

Di sekelilingnya, dinding-dinding kaca es retak perlahan.

> "Warisan petir… dan darah bulan kosmik…

mengapa kekuatan seperti itu muncul pada bocah asing?"

Salah satu penjaga nekat bicara:

> "Yang Mulia… sepertinya Putri Lyanna… memilih untuk melindunginya."

Suasana langsung membeku.

Pemimpin Frostveil:

"Kumpulkan seluruh prajurit elit. Kita bergerak cepat."

Bayangan es pun menghilang satu per satu.

---

⚡ CUT BACK — MINIATURE REALM

Damien berdiri di tengah arena runtuh, petir ungu kehitaman masih berputar pelan di sekeliling tubuhnya.

Ia baru saja menyerap Thunder Dominion Core, dan tubuhnya sudah mulai menyesuaikan diri.

Tiba-tiba—

WUUUMMM…

Suara Misterius muncul, tapi kali ini… tidak seperti biasanya.

Lebih dalam. Lebih tua. Lebih berwibawa.

Damien mengernyit.

> "Kau… bukan suara yang biasanya."

Suara itu tertawa kecil, seperti guruh lembut.

[Suara Misterius Tertinggi]

> "Yang biasa berbicara padamu hanyalah pecahan kesadaran.

Sekarang, aku — inti jiwa dari leluhurmu — yang bicara."

Damien terdiam sesaat.

Suara itu terasa seperti… sebuah dunia berbicara kepadanya.

---

🌙 ADEGAN 1 — TEKNIK JIWA YANG TERLUPAKAN

Suara Misterius Tertinggi melanjutkan:

> "Damien, dengarkan baik-baik."

"Kau memiliki dua jalur kekuatan yang mulai bangkit."

"Namun kekuatan sejati nasabmu… adalah Jiwa."

Damien mengerutkan kening.

> "Jiwa…?"

> "Benar.

Aku akan mengajarimu teknik yang bahkan dunia tertinggi pun tidak punya."

Langit miniature realm tiba-tiba meredup.

Cahaya berubah biru-kehitaman, seperti malam tanpa bintang.

Di depan Damien, simbol kuno muncul — berbentuk seperti bulan sabit dengan garis petir di tengahnya.

[Suara Misterius Tertinggi]

> "Teknik ini bernama Lunar Soul Marionette."

"Teknik jiwa tertinggi untuk menciptakan boneka hidup dari bahan elemen."

"Boneka yang tidak hanya patuh… tapi bisa berpikir."

"Bahkan bertarung sendiri."

Damien:

"Boneka hidup…?"

> "Benar.

Tapi kau belum bisa membuatnya.

Kau butuh bahan—dan dunia ini tidak cukup."

"Kau memerlukan inti elemen murni."

• Inti Api

• Inti Es

• Inti Cahaya

• Inti Petir tingkat tinggi

"Dan satu bahan terakhir…"

Damien menunggu.

> "…Fragmen Jiwa Dirimu Sendiri."

Damien langsung mengernyit.

> "Itu berbahaya."

> "Tentu.

Tapi hasilnya… akan menjadi penjaga abadi."

Damien mengepalkan tangan.

> "Baik.

Aku akan kumpulkan semua bahan."

Suara Misterius Tertinggi tertawa puas.

> "Tunggu waktumu.

Saat kau mempelajari teknik ini…

bahkan Frostveil tidak akan berani menyentuhmu."

---

🔥 ADEGAN 2 — KEMBALI KE KOTA MINI REALM

Rex dan Hana sedang bertarung melawan penjaga batu kecil sebagai bagian dari tes terakhir miniature realm.

Hana:

"Rex! Fokus! Itu monster bukan alat fitness!"

Rex malah menggoyang-goyangkan monster itu seperti dumbbell.

Rex:

"Liat nih Hanaaa! Aku bakal jadi pria kuat!!"

Hana menendang monster kedua ke arah kepala Rex.

DUAAAK!!

Rex mental dan terguling tiga kali.

Rex:

"HANA?! Kenapa dilempar ke muka aku?!"

Hana:

"Karena mukamu itu bekas dosa."

Rex:

"APA DOSA SAYA?!"

Monster malah mundur ketakutan melihat keributan mereka.

—

Damien muncul tiba-tiba di belakang mereka.

Rex:

"BROOOO!! Kau balik! Kau liat gak aku barusan jadi jagoan?"

Damien (datar):

"Aku hanya melihat otakmu tidak ikut kembali."

Hana langsung tertawa sampai pegang perut.

Hana:

"Demi dewa api… akhirnya ada yang mengatakannya."

Rex:

"BROOOO HATI AKU BUKAN TEMPAT UNTUK DILUKAI BEGINI—"

Damien jalan melewati mereka tanpa ekspresi, seolah dialog Rex cuma angin.

---

⚡ ADEGAN 3 — DAMIEN MENYEMBUH, TAPI AURA BARUNYA BEDA

Lyanna yang sedang menunggu langsung berdiri begitu Damien muncul.

Mata Lyanna membesar.

> "Damien… kekuatanmu… berubah…"

Damien:

"Aku hanya sedikit mendapatkan sesuatu."

Sedikit.

Padahal langit miniature realm hampir meledak.

Lyanna menggenggam lengan Damien, wajahnya khawatir.

> "Jangan sakiti dirimu lagi… aku…"

Ia berhenti, tidak mampu melanjutkan.

Damien menatapnya sebentar.

Lembut.

> "Aku baik-baik saja."

Lyanna menunduk, pipinya memerah.

Rex langsung menyenggol Hana.

Rex (bisik):

"Hoooy lihat—mereka flirting!!"

Hana (bisik):

"Ssst. Mau mati kamu?"

Rex:

"…Benar."

---

❄️ ADEGAN TERAKHIR — BAYANGAN DI LUAR MINIATURE REALM

Di luar dunia kecil itu, sembilan bayangan es Frostveil sudah menunggu.

Pemimpin tim berbisik:

> "Target: Putri Lyanna."

"Bunuh semua yang bersamanya."

Namun sebelum mereka bergerak…

Langit luar realm mendadak retak oleh satu suara.

[Suara Misterius Tertinggi]

> "Jika kalian menyentuh anak itu…"

"…kalian tidak akan kembali hidup."

Bayangan-bayangan Frostveil membeku.

Keheningan menelan dunia luar.

> "Bersiaplah, Damien…"

"…pertarunganmu dengan Frostveil baru dimulai."

---

🔥 END CHAPTER 37

More Chapters