🔥 CHAPTER 39 — "Perjalanan ke Frostveil, Serangan Bayangan Baru, & Kebangkitan Rex–Hana"
(Lanjutan langsung dari akhir Chapter 38 — tanpa pengulangan apa pun)
---
❄️ ADEGAN PEMBUKA — MENUJU ARAH FROSTVEIL
Damien memimpin jalan, petir ungu kehitamannya sesekali menyambar udara seperti sedang menandai wilayah.
Lyanna berjalan di sampingnya, menatap ke depan tanpa ragu.
Rex dan Hana… lebih tepatnya terseret mengikuti.
Rex:
"BROOO KENAPA LANGSUNG KE FROSTVEIL?? Itu gila! Mereka mau bun*uh kita!!"
Hana:
"Terus mau ke mana? Taman bunga?"
Rex: "Itu ide bagus sebenarnya…"
PLAKK.
Hana memukul kepala Rex pakai kipas logamnya.
Damien (tanpa menoleh):
"Kalau takut, pulang saja."
Rex langsung tegang.
"SIAPA BILANG TAKUT?! Aku cuma… eh… memeriksa tingkat bahaya taktis!"
Hana: "Iya, bahaya taktis kalau kamu ikut — nanti kita kerepotan."
Rex: "AKU INI GUNANYA APA SIH DI PARTAI INI?!"
---
⚡ ADEGAN 1 — AURA GANJIL DI HUTAN
Saat mereka melewati perbatasan menuju wilayah Frostveil, angin es mulai menguasai udara.
Damien berhenti.
Damien:
"Mereka mengunci kita."
Lyanna mengeluarkan pedang es tipisnya.
"Unit lain?"
Hana dan Rex menelan ludah.
Dari kegelapan, muncul bayangan hibrida — bukan manusia sepenuhnya, bukan binatang. Tubuh hitam merayap, wajah tanpa mata, gigi seperti retakan es.
—Frost Wraith Spawn
—Makhluk ciptaan rahasia Frostveil, lahir dari ritual darah.
Rex: "BROOO ITU BUKAN MANUSIA—"
Tiga wraith melompat.
Damien akan bergerak… tetapi—
Suara Misterius Tertinggi:
> "Biarkan dua yang di belakang itu maju.
Mereka harus mulai berguna."
Damien sedikit menoleh.
"Rex. Hana. Kalian coba dulu."
Rex: "HAH?! Itu monster dari neraka!!"
Hana menatap Damien lalu mengangguk.
"…Baik."
Rex: "…Hah?"
---
🔥 ADEGAN 2 — KEKUATAN BARU REX & HANA TERBANGUN
Ketika tiga wraith menyerbu—
Hana menarik napas panjang. Aura biru lembut keluar dari tubuhnya, mengalir seperti air.
Pulse Awakening Realm — Tingkat 1.
Rex terkejut.
"HANA?! Kok kamu—"
Hana:
"Latihan 5 jam sehari, tidak ngeluh 24 jam sehari, beda sama kamu."
Rex kesal.
"Kalau gitu AKU JUGA BISA!!"
Ia berteriak sambil memukul tanah…
dan tanahnya retak.
Aura merah-gelap muncul di tubuh Rex seperti naga api kecil.
Pulse Awakening Realm — Tingkat 1.
Rex: "…Woy? Aku kuat?!"
Hana:
"Keajaiban memang nyata."
Rex: "KAMU LEDEKIN AKU LAGI YA?!"
---
🔥 ADEGAN 3 — REX & HANA VS 3 FROST WRAITH
Wraith 1 menerkam Rex.
Rex menangkis dengan tangan kosong.
—BRRAAKK!!
Rex terlempar 5 meter tapi berdiri lagi.
Rex:
"OKAY OKAY AKU SUKA KEKUATAN INI—"
Ia kembali melompat, memukul lurus ke wajah wraith.
Wraith itu pecah seperti es retak.
Hana menghadapi dua lainnya.
Ia bergerak cepat, teknik Pulse Rising Step membuatnya seperti bayangan air.
Hana:
"Rex! Rendahin kepalamu!"
Rex: "APA—"
Hana melompat di pundak Rex, memutar badan, lalu menebas kepala dua wraith sekaligus dengan kipas logamnya.
—SHRRRAK!
—BRINGG!
Kedua makhluk itu meledak menjadi serpihan es hitam.
Rex berdiri terpaku.
"…Kamu… keren banget."
Hana: "Terima kasih."
Rex: "Tapi kamu tetap galak."
Hana: "Terima kasih."
---
🌙 ADEGAN 4 — DAMIEN TERKESAN (TAPI TIDAK MAU MENGAKU)
Damien menatap dua anak itu.
Lyanna tersenyum kecil.
"Mereka mulai berkembang."
Damien:
"Kalau tidak berkembang, mereka akan mati. Cepat atau lambat."
Rex: "TERIMA KASIH ATAS MOTIVASINYA BRO—TUNGGU, ITU BUKAN MOTIVASI YA?!"
Hana: "Diam. Itu memotivasi kalau kamu optimis."
Rex: "AKU OPTIMIS KARENA AKU TAKUT!!!"
---
❄️ ADEGAN 5 — BAYANGAN BARU MUNCUL
Tiba-tiba tanah bergetar.
Kabut putih mengalir dari segala arah, tetapi tidak seperti kabut biasa—ini memiliki tekanan jiwa.
Damien langsung menatap ke arah timur.
Damien:
"…Akhirnya keluar."
Lyanna menggigit bibir.
"Silent Winter Division."
Hana memegang kipasnya erat.
Rex bersembunyi di belakang Damien.
Rex:
"BRO INI YG ELIT BANGET ITU YA???"
Damien:
"Ya. Tapi tidak masalah."
Dari balik kabut, muncullah tiga pembunuh tingkat lebih tinggi.
Aura mereka bukan lagi setara wraith… tetapi setara kapten pembunuh kerajaan.
Pemimpin Silent Winter:
"Putri Lyanna. Ia ingin kau pulang."
Damien maju satu langkah.
Damien:
"Dan aku bilang dia tidak akan kembali."
Pemimpin Silent Winter mengaktifkan tekniknya—
—Frozen Thread Execution—
Ratusan benang es menembus tanah, udara, dan ruang.
Hana: "ITU BAHAYA—"
Rex: "DAMIEEENNN—"
---
⚡ ADEGAN TERAKHIR — DAMIEN MELEPAS KEKUATAN BARU
Damien tidak menghindar.
Ia mengangkat tangan kanan.
"Cosmic Lightning—
Phase Second."
Petir ungu-hitam keluar begitu pekat hingga cahaya biru langit berubah menjadi gelap.
Dalam sekejap—
—benang es meleleh,
—kabut menghilang,
—dan tiga pembunuh terangkat ke udara seperti boneka rusak.
Pemimpin Silent Winter terengah.
"Ini… bukan kekuatan manusia…"
Damien menoleh sedikit ke arah Rex dan Hana.
Damien:
"Kalian lakukan bagus.
Sekarang biar aku."
Petir di matanya meledak.
Damien:
"Frostveil… mulai aku hancurkan."
Layar gelap.
---
🔥 END CHAPTER 39
