Ruang Simulasi kembali berderit, mengubah topografi arena menjadi hamparan daratan yang aneh. Tanah di bawah kaki kami berubah menjadi zat kenyal berwarna merah muda yang manis namun lengket. Aroma gula yang menyengat memenuhi udara.
Dunia Cermin. Markas besar Bajak Laut Big Mom.
Di tengah hamparan Mochi itu, Yor Forger berdiri tegak. Rambut hitam panjangnya diikat rapi ke belakang, menyisakan dua helai poni yang membingkai wajah cantiknya yang datar. Di kedua tangannya, ia menggenggam Thorn Garden—sepasang stiletto emas panjang berbentuk jarum raksasa yang ujungnya berkilat dingin.
"Sistem," suaraku memecah keheningan yang mencekam. "Muat Proyeksi: Charlotte Katakuri. Level: Komandan Puncak Yonko."
[Memproses... Memuat Proyeksi Simulasi: Tangan Kanan Big Mom. Peringatan: Target memiliki Kenbunshoku Haki tingkat dewa.]
Sesosok pria raksasa muncul dari balik bayangan cermin. Ia mengenakan rompi kulit hitam, celana berduri, dan syal bulu besar yang menutupi bagian bawah wajahnya. Di tangannya, ia menggenggam tombak bercabang tiga, Mogura. Tekanan Haki yang ia pancarkan jauh lebih besar daripada Doflamingo atau Jack. Ia tidak hanya berdiri; ia seolah-olah menguasai seluruh ruang di sekitarnya.
Katakuri menatap Yor dengan mata tajam yang tidak pernah berkedip. "Kau akan mengatakan... 'Aku akan memotongmu dalam sekejap'."
Yor sedikit memiringkan kepalanya, matanya yang merah berkilat. "Aku akan memotongmu dalam sekejap."
Ia terdiam sesaat, menyadari bahwa pria di depannya baru saja menirukan kata-katanya sebelum ia sempat mengucapkannya. "Eh? Anda bisa membaca pikiran saya?"
"Bukan pikiran," sahut Katakuri dingin. "Masa depan. Aku sudah melihat lima detik dari sekarang, dan kau tidak akan bisa menyentuhku."
Aku menyeringai dari balkon. Ini adalah ujian sesungguhnya bagi Yor. Sebagai orang yang sudah menonton One Piece di kehidupanku yang dulu, aku tahu persis betapa ngerinya pria bernama Katakuri ini. Kekuatannya bukan hanya pada Mochi, tapi pada mentalitasnya yang tak tergoyahkan. Namun, selama 16 tahun, aku melatih Yor bukan untuk menjadi pendekar pedang biasa, tapi menjadi Natural Born Killer.
[Shunpo]
WUSSS!
Yor menghilang. Ia tidak meninggalkan jejak, tidak ada suara ledakan udara seperti Soru. Ia benar-benar lenyap dari realitas fisik selama satu milidetik karena kecepatan Shunpo yang sudah mencapai tingkat ekstrem.
STAB!
Yor muncul tepat di depan dada Katakuri, stiletto-nya menusuk ke arah jantung dengan presisi yang mengerikan. Namun, dada Katakuri mendadak berubah menjadi lubang kosong berbentuk lingkaran tepat sebelum jarum itu menyentuh kulitnya.
Yor tidak berhenti. Ia berputar di udara, melakukan tendangan tumit ke arah kepala Katakuri. Lagi-lagi, kepala Katakuri meliuk seperti cairan, membiarkan kaki Yor melewati ruang kosong.
"Percuma," ucap Katakuri. Ia mengayunkan tombak Mogura-nya dalam putaran horizontal yang sangat cepat. "Mochi Tsuki!"
Yor menggunakan Shunpo di udara, berpindah ke belakang Katakuri, namun Katakuri sudah menunggu di sana dengan tangan yang berubah menjadi ribuan kepalan tangan Mochi yang dilapisi Busoshoku Haki hitam pekat.
"Kaku Mochi!"
BOOM! BOOM! BOOM!
Yor terpaksa menyilangkan kedua jarum emasnya untuk menahan gempuran tinju beton tersebut. Ia terdorong mundur puluhan meter, kakinya terseret di atas lantai Mochi yang lengket.
"Dia benar-benar melihat semuanya," bisik Yor. Napasnya tetap stabil, namun matanya mulai berubah. Pupil matanya mengecil, dan aura merah di sekeliling tubuhnya mulai memadat.
Ini adalah mode Thorn Princess. Mode di mana Yor berhenti menjadi manusia dan menjadi instrumen kematian murni.
"Jika masa depan sudah ditentukan," Yor menggenggam jarum emasnya lebih erat. "Maka aku hanya perlu bergerak lebih cepat daripada takdir itu sendiri."
Yor melepaskan Shunpo berantai. Ia tidak lagi bergerak ke satu titik. Ia bergerak dalam pola zigzag yang tidak beraturan, menciptakan puluhan bayangan sisa (afterimages) di seluruh arena. Ruangan itu kini dipenuhi oleh suara dentingan logam yang bergesekan dengan udara.
Katakuri mengernyit. Matanya bergerak cepat ke kiri dan ke kanan. "Terlalu banyak... masa depan yang bercabang!"
Yor mematikan seluruh pikirannya. Ia tidak lagi berencana untuk menyerang. Ia membiarkan tubuhnya bergerak berdasarkan insting murni—gerakan yang bahkan ia sendiri tidak tahu akan ke mana. Inilah cara terbaik untuk melawan pembaca masa depan: Menjadi tidak terduga.
Sring!
Ujung jarum emas Yor berhasil menggores syal bulu Katakuri. Setetes darah digital jatuh ke lantai Mochi.
Katakuri terkejut. "Kau... tidak berpikir saat menyerang?"
"Jika saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan, maka Anda juga tidak akan tahu," sahut Yor datar.
Katakuri mendengus, ia mulai serius. "Awakening: Nagare Mochi!"
Seluruh lantai Dunia Cermin berubah menjadi ombak Mochi raksasa yang mencoba menelan Yor. Di saat yang sama, Katakuri melepaskan serangan terkuatnya. "Yaki Mochi!" Lengan Mochi-nya meledak seperti peluru kendali, melesat ke arah Yor dengan kecepatan yang sanggup merobek atmosfer.
Yor berdiri tenang di tengah ombak Mochi yang mengepungnya. Ia menyatukan kedua pangkal jarum emasnya, menciptakan satu senjata jarum raksasa sepanjang dua meter.
"Bankai... Thorn Garden: Briar Patch of Death!"
Mendadak, dari tubuh Yor keluar ribuan kawat tipis yang hampir tidak terlihat, menyebar ke seluruh arena. Kawat-kwat ini dilapisi oleh Busoshoku Haki tingkat tinggi yang paling tajam. Setiap kali ombak Mochi Katakuri mencoba mendekat, ombak itu teriris menjadi potongan-potongan kecil sebelum sempat menyentuh Yor.
Yor melesat maju untuk terakhir kalinya. Kali ini, kecepatannya berada di level yang berbeda. Ia menggunakan Shunpo murni yang digabungkan dengan dorongan pegas dari kawat-kawat Haki-nya.
Katakuri membelalakkan mata. Ia melihat masa depan. Ia melihat Yor akan menusuk jantungnya. Ia mencoba menghindar ke kiri, tapi di penglihatan berikutnya, ia melihat Yor sudah berada di kiri. Ia mencoba ke kanan, Yor juga ada di sana.
Masa depan Katakuri menjadi kacau. Yor bergerak begitu cepat hingga ia seolah berada di semua tempat dalam satu waktu.
KRAAAAAAK!
Benturan antara tombak Mogura dan jarum emas Thorn Garden menciptakan gelombang kejut yang memecahkan seluruh cermin di ruangan simulasi. Yor berhasil menembus pertahanan Mochi Katakuri, ujung jarumnya tertahan tepat satu milimeter di depan leher Katakuri. Di saat yang sama, tombak Katakuri berada tepat di depan jantung Yor.
Keduanya mematung. Haki mereka saling beradu, menciptakan percikan petir hitam yang menyambar ke segala arah.
Ting!
[Simulasi Dihentikan.] [Analisis Data: Karakter Yor Forger mampu menipu Kenbunshoku Haki tingkat lanjut dan memberikan ancaman fatal pada Target Komandan Puncak.] [Hasil Akhir: SERI (Kualifikasi Lulus).]
Ruangan kembali menjadi putih. Yor menarik senjatanya, lalu membungkuk sopan ke arah proyeksi Katakuri yang memudar. "Terima kasih atas pelajarannya, Tuan yang Tinggi."
Yor berjalan ke arahku dengan langkah ringan, aura pembunuhnya lenyap seketika, digantikan oleh senyum canggung yang manis. "Arthur-san, pria itu sangat sulit didekati. Mata saya sampai pegal mencoba mengikutinya."
Aku tertawa dan melompat turun, menepuk bahunya. "Kau luar biasa, Yor. Kau membuktikan bahwa instingmu bisa melampaui masa depan itu sendiri."
Aku menoleh ke arah Fujiko Mine yang sedang berdiri di sudut ruangan sambil memutar-mutar pistol hitamnya dengan gaya elegan.
"Fujiko," panggilku.
Fujiko menoleh, memberikan senyum misteriusnya. "Ya, Kapten? Siapa targetku hari ini? Aku harap dia tipe pria yang menarik."
Aku menyeringai, membayangkan reaksi Fujiko saat berhadapan dengan salah satu otak terpintar di lautan. "Sistem, siapkan skenario selanjutnya. Proyeksi: Benn Beckman. Berikan dia semua kecerdasan dan kemampuan menembak yang dia miliki."
Fujiko mengangkat alisnya, tampak tertarik. "Benn Beckman? Nama yang bagus. Mari kita lihat seberapa cepat dia menarik pelatuknya."
Status Karakter (End of Training):
Yor Forger: Level Komandan Puncak Yonko (Setara Katakuri/King).
Haki: Kenbunshoku (Tingkat Tinggi - Insting Pembunuh), Busoshoku (Tingkat Tinggi - Penetrasi).
