Cherreads

Chapter 31 - Dewa yang terkurung

DUM.

DUM.

DUM.

Detak jantung itu mengguncang seluruh dunia.

Bukan hanya satu menara.

Semua menara di dunia bergetar bersamaan.

Retakan muncul di tanah.

Laut bergolak.

Gunung-gunung runtuh seperti pasir.

Avatar Raka berdiri membeku di langit.

Energi dari jaringan menara yang mengalir ke tubuhnya tiba-tiba menjadi tidak stabil.

"Ini…"

Suara Raka terdengar di seluruh menara.

"...bukan gempa."

Penjaga pertama menatap tanah dengan wajah pucat.

"Aku tahu detak itu."

Makhluk dari jantung menara langsung menoleh padanya.

"Mustahil."

Penjaga pertama menggenggam tanah dengan tangan batunya.

"Kami dulu diciptakan untuk menjaganya."

Aldren menatap mereka berdua dengan bingung.

"Menjaga apa?"

Pria berambut putih menjawab dengan suara gemetar.

"Bukan menara yang menjaga dunia."

Ia menunjuk ke tanah.

"Menara menjaga sesuatu di dalam dunia."

Tiba-tiba—

salah satu menara di kejauhan runtuh.

BOOOOOOOM!

Tanah di sekitarnya pecah.

Dari dalam retakan itu muncul sesuatu seperti tulang raksasa.

Namun ukurannya seperti gunung.

Raja para pemburu tertawa pelan.

"Akhirnya… ia bangun."

Avatar Raka menatap tulang raksasa itu.

Kemudian energi menara di dalam dirinya tiba-tiba memperlihatkan sesuatu.

Ingatan kuno.

Perang ribuan tahun lalu.

Makhluk dari luar dunia menyerang bumi.

Para penjaga menara hampir kalah.

Lalu para pencipta dunia melakukan sesuatu yang gila.

Mereka mengorbankan sebagian dunia…

untuk mengurung satu makhluk.

Raka berbisik pelan.

"...Dewa."

Penjaga pertama menutup matanya.

"Ya."

"Makhluk yang bahkan para pemburu dari luar dunia tak mampu bunuh."

DUM!

Tanah kembali meledak.

Kini sesuatu yang lebih besar muncul.

Bukan hanya tulang.

Tapi tangan raksasa yang terbuat dari batu dan energi hitam.

Jari-jarinya saja sebesar kota.

Aldren mundur beberapa langkah.

"Kalau itu tangannya…"

Ia tidak berani menyelesaikan kalimatnya.

Raja pemburu tersenyum puas.

"Inilah tujuan sebenarnya."

Ia menunjuk ke tanah yang retak.

"Dunia ini hanyalah penjara."

Makhluk dari jantung menara memandangnya dengan marah.

"Kau gila!"

Raja pemburu tertawa.

"Tidak."

"Kami hanya ingin kebebasan."

Avatar Raka mengangkat pedangnya.

Energi dari seluruh menara berkumpul lagi.

"Kau tidak akan membangunkannya."

Raja pemburu menatapnya dengan mata tajam.

"Terlambat."

Tanah di bawah menara utama tiba-tiba meledak.

BOOOOOOOOOOM!

Sebuah kepala raksasa mulai muncul dari dalam bumi.

Bentuknya tidak sepenuhnya manusia.

Tidak sepenuhnya monster.

Wajahnya tertutup retakan batu.

Namun dua matanya perlahan terbuka.

Mata itu—

seperti dua matahari hitam.

Saat mata itu terbuka—

semua makhluk pemburu langsung berlutut.

Bahkan raja pemburu menundukkan kepalanya sedikit.

"Selamat datang kembali… Penguasa."

Avatar Raka merasakan sesuatu yang aneh.

Energi menara di tubuhnya tiba-tiba menarik ke arah makhluk itu.

Seolah mengenalinya.

Makhluk raksasa itu menatap langit.

Kemudian suaranya bergema di seluruh dunia.

Namun bukan melalui udara.

Melalui pikiran semua makhluk hidup.

"Sudah lama… sekali."

Gunung-gunung runtuh saat ia mulai bangkit.

Sebagian tubuhnya masih terkubur di dalam bumi.

Namun ukurannya sudah melampaui menara.

Aldren jatuh berlutut.

Tekanan dari keberadaan makhluk itu terlalu besar.

"Raka…"

Avatar Raka juga merasakan tubuh energinya mulai retak.

Makhluk raksasa itu menatap langsung ke arahnya.

Kemudian ia berkata sesuatu yang membuat semua orang membeku.

"Akhirnya… kau kembali."

Raka terdiam.

"Apa?"

Makhluk itu mengangkat tangannya perlahan.

Energi menara di seluruh dunia tiba-tiba bergetar hebat.

"Bagian dari jiwaku."

Semua orang langsung menoleh ke Raka.

Makhluk dari jantung menara berbisik dengan wajah pucat.

"Tidak mungkin…"

Makhluk raksasa itu tersenyum sedikit.

"Kau adalah kunci… karena kau adalah bagian dariku."

Avatar Raka membeku di udara.

Cahaya merah di tubuhnya mulai berubah menjadi gelap.

Dan untuk pertama kalinya—

Raka merasakan sesuatu yang menakutkan di dalam dirinya sendiri.

Sesuatu yang bukan manusia.

Sesuatu yang telah tidur selama puluhan ribu tahun.

Dan sekarang—

perlahan mulai bangun.

More Chapters