Cherreads

Chapter 4 - Alasannya...

(Yoga pergi meninggalkan ke-tiga temannya, menyisakan Kanya, Budi, dan Girang yang sedang bercanda)

"Tapi Bud, kalau memang bukan 'Siscon', apa alasan begitu keras untuk menolak untuk memperkenalkannya pada kami? Bukankah kami orang baik-baik?", tanya Girang seraya berdiri setelah dipukul Budi.

"Bukan begitu. Aku juga mengerti bagaimana sifat kalian. Walau kita semua baru berkumpul selama setahun..... kecuali kau (sinis ke arah Girang), aku tahu bila kalian orang yang baik. Aku hanya tidak ingin jika pertemanan kita rusak.", jawab Budi dengan santai dan sedikit terlihat cuek.

"Rusak?", Kanya bingung dan terlihat seperti orang yang sangat polos.

...

..

.

"Ehm...gimana ya? Begini, aku bisa bilang bahwa...adiknya itu.....

....

Girang menarik napas panjang

CANTIK IMUT GEMAS KIYOWO ELOK BEAUTIFUL CUTE IDAMAN GWEH BANGET MY ISTRI PRETTY ATTTTTTTTTTTTTTRACTIVE!", jawab Girang yang bahkan sudah siap kena bogem mentah si Budi.

"APA?! MY ISTRI?! IDAMAN?! BERSIAP-SIAPLAH MANUSIA CABUL!", ucap Budi dengan keras dan seakan bersiap untuk menerkam dan menghajar Girang.

"....maka dari itu, diA. TakUt... KalAUUU.. sa..Mpai...SALAH SATU DARI KITA MEMACARINYA, ARGH!", Girang melanjutkan jawabannya meski sedang dihantam Budi, dan melontarkan satu jab di akhir kalimatnya, sehingga meningkatkan tensi pertarungan.

"Tapi....dari mana kamu tahu kalau Adiknya sehebat itu?", Kanya yang penasaran bahkan sudah tidak peduli dengan pertarungan yang dilakukan Budi dan Girang.

"ARGH! Aku mengenalnya saat masih SMP".

"Apa kau bilang?", dengan cepat Budi mengambil ancang-ancang.

SWING

...

BUMP

...

Uppercut keras tepat ke arah perut Girang

"Maksudnya.. aku pernah bertemu saat masih SMP..", jawabnya dengan lemas untuk sebuah koreksi.

"Enak ya~ udah pernah ketemu Cika...", ucap Kanya dengan manja, seakan sedang memberi kode.

Ucapan itu seketika membuat keduanya terhenti untuk melayangkan serangan.

...

..

.

Budi jalan menghampiri Kanya.

BA-DUMP

...

BA-DUMP

...

"APA YANG AKAN BUDI LAKUKAN? MEMUKUL KU? ATAU.. SESUATU?"

...

..

.

PLAK!

"Jangan kira hanya dengan nada manja itu aku akan menurutimu Kanya.", menjawab dengan cuek dan jahil Budi menyentil dahinya.

...

..

.

Hiks.....uhu....

Kanya menangis, bahkan tersedu-sedu

....

...

..

..

.

"Hayo Bud, nangis kan si Kanya, main tangan itu gak baik lho! K - D - R - T!", ejek Girang dengan penuh semangat.

"APA KAU BILANG! ITU HANYA- AKU- PELAN- SENTILAN ITU- DAN- AKU- BUKAN KDRT- ITU CUMA- SENTILAN BIASA!", Budi gelagapan membela dirinya dengan mukanya yang memerah karena mendengar kata KDRT, seakan mereka pasutri.

Kanya masih menangis...Budi bahkan tidak tahu, apakah itu benar-benar tangisan? Atau hanya gimmick?

"Hah..... yasudah.... Aku akan memperkenalkanmu pada Cika", jawabnya dengan berat namun sedikit merasa bersalah.

"Hiks... benarkah?", ucap Kanya yang masih tersedu-sedu.

(Ngangguk)

"OKE! KALAU BEGINI KAN ENAK! MARI KITA KEMBALI KE KELAS! KERJA BAGUS GIRANG!", emosi sedih seketika menghilang dan ditutupi dengan suara ceria Kanya.

"BUKANKAH TADI KAMU MENANGIS KANYA? SWING MOOD APA ITU? KAU AKTING YA? HAH? IYAKAN? TEGANYA KAU ANYA!", Teriak Budi gelagapan meminta penjelasan setelah dibohongin.

"Aku tidak tahu apa yang ku lakukan tapi, SAMA-SAMA, KANYA!", Ceria si Girang yang turut mengikuti Kanya kembali ke kelas, meninggalkan Budi yang sedang berbicara.

Mungkin prasangka Budi benar...bisa jadi itu hanya...akting

...

..

.

Berlanjut...

More Chapters