Cherreads

Chapter 124 - Chapter 124

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🔥 CHAPTER 124 — "Aurelion Haven Panik, Sementara Damien Cuma Mau Tidur"

(MC: Damien Valtreos)

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Aurelion Haven tidak pernah sesibuk ini.

Tidak pernah semengerikan ini.

Dan tidak pernah se-kepo ini.

Setelah cahaya hitam-perak muncul dari langit, seluruh penjaga kota, pemburu bayaran, dan bahkan beberapa klan kecil langsung keluar seperti lebah yang diinjak sarangnya.

Di jalan utama—

Suara teriak menggema.

"Cari sumber energi itu!"

"Jangan biarkan siapapun keluar atau masuk!"

"Ranah Mortal Vein pun diperiksa! Jangan lengah!"

Rex melirik dari balik bebatuan.

"Bro… seluruh kota lagi rusuh cuma buat nyari kau."

Damien memijat pelipisnya.

"Baru juga naik ranah satu tingkat… kenapa dunia ini dramanya berlebihan?"

Zura berjongkok di sampingnya, ekspresi tanpa emosi khas boneka hidup.

"Kita harus bergerak dalam 60 detik. Penjaga tingkat Essence Flow sedang mendekat."

Hana membentangkan formasi penghalang tipis.

"Masalahnya… mereka bisa melacak sisa energi lunar-hitam ini. Kau benar-benar bikin jejak yang terlalu terang."

Damien menatap dadanya.

Tanda setengah bulan itu berdenyut pelan—seolah mengejek.

Dewa Bulan langsung bersuara dalam kepalanya:

> "ITU BUKAN SALAHKU. ITU KARENA TUBUHMU TERLALU RAMAH UNTUK ENERGI DEWA!"

Damien kesal.

"Bagaimana mungkin tubuhku 'ramah' untuk energi selevel dewa?"

Suara Misterius menyahut:

> "Karena kau mewarisi karma dan jalur leluhur tertinggi. Dunia mengenalimu sekaligus membencimu. Itu wajar."

Dewa Bulan membalas cepat:

> "ITU TIDAK WAJAR! DIA ITU MAGNET MASALAH! AKU BILANG KAN DARI AWAL!"

Damien: "…jangan ribut. Aku lagi dikejar satu kota."

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🌑 ADEGAN 2 — Kota Dalam Mode Siaga Penuh

Di gerbang utara Aurelion Haven—

Beberapa kapten penjaga berdiri sambil memeriksa kristal deteksi energi.

"Cahaya hitam-perak… ini bukan energi manusia biasa."

"Apakah ini kasus penanda? Atau… entitas dari ranah tinggi?"

"Jika benar, kita harus melapor ke istana Kerajaan Astralion!"

Salah satu penjaga lain menelan ludah.

"Kalau sumbernya di dalam kota sekarang… kita mungkin sedang mengurung sesuatu yang tidak seharusnya kita kurung."

Suasana menjadi tegang.

Pasukan bergerak.

Formasi perlindungan aktif.

Aurelion Haven berubah menjadi kandang baja raksasa.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🌒 ADEGAN 3 — Damien Melarikan Diri Sambil Setengah Ngantuk

Damien menguap sambil berjalan cepat di antara lorong-lorong sempit.

"Aku cuma pengen tidur… apa susahnya dunia biarin aku istirahat?"

Rex menepuk bahu Damien.

"Bro… kalau seluruh kota ngejar kau, itu namanya bukan hari buruk. Itu namanya efek samping punya dua dewa bawel di kepala."

Zura tiba-tiba mengangkat tangan.

"Berhenti."

Semua diam.

Suara langkah kaki mendekat.

Hana berbisik, "Essence Flow Realm tingkat 3… dia sudah sangat dekat."

Damien menghela napas pendek.

"Ada rencana?"

Suara Misterius muncul:

> "Ada. Tapi rencanaku sopan."

Dewa Bulan muncul langsung menimpali:

> "DAN RENCANAKU ADALAH KABUR SECEPATNYA! PILIH PUNYA AKU!"

Damien memijat dahi.

"Kurasa kali ini aku ikut rencana kabur saja."

BUM—!

Damien mengaktifkan teknik lunar bawaan.

Bayangan hitam-perak melintas.

Dalam sekejap mereka menghilang dari jangkauan para penjaga.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🌘 ADEGAN 4 — Markas Organisasi Mulai Bergerak

Di tempat lain, jauh di dalam Aurelion Haven—

Sebuah ruangan gelap.

Beberapa anggota organisasi bayangan itu berlutut di hadapan seorang sosok bertopeng.

"Lapor, tuan. Energi hitam-perak terdeteksi dari sisi barat kota. Sangat besar."

Sosok bertopeng itu mengangguk perlahan.

"Cari sumbernya… dan cari gadis itu."

Para bawahannya menegang.

"Gadis… Ly—"

"Jangan sebut namanya di luar ruang ini," potong sang pemimpin.

"Dia adalah kunci siklus beku. Kalau Damien Valtreos terlibat… itu akan merepotkan."

"Baik, tuan."

Mereka menghilang dalam bayangan.

Dan bayangan itu, perlahan, mulai merayap ke arah tempat Damien berada.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🌕 ADEGAN 5 — Damien Menyadari Ancaman Baru

Damien berhenti di atap salah satu gedung tua.

Zura tiba-tiba menegang.

"Ada 4 aura… mendekat dari arah barat. Mereka bukan penjaga kota."

Hana menambahkan, "Gerakan mereka terlatih. Ini bukan pasukan biasa."

Rex menelan ludah.

"Jangan bilang… organisasi itu lagi ngejar kita?"

Damien menyipitkan mata.

"Tentu saja. Karena hidupku nggak boleh normal."

Dewa Bulan:

> "KAU MEMANG NGGAK NORMAL."

Suara Misterius:

> "Dan mereka mencari sesuatu… atau seseorang."

Damien: "Seseorang?"

Suara Misterius:

> "…ya. Gadis dengan garis es kuno. Tapi belum waktunya kau bertemu dengannya."

Damien diam sejenak.

"…jadi dunia benar-benar mulai bergerak."

Ia berdiri perlahan.

Aura

stabil, tenang, tapi cukup untuk mengguncang genteng di bawahnya.

Zura, Rex, dan Hana menatapnya.

Damien menarik napas.

"Baik. Kalau mereka ingin berburu…"

Tatapannya tajam.

"…maka biar aku tunjukkan siapa yang sebenarnya jadi pemburu."

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🔥 END CHAPTER 124

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

More Chapters