Cherreads

Chapter 112 - Chapter 112

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🔥 CHAPTER 112 — "Red Hyper Primordial Awaken, Tembok Zura, dan Dewa Es Menginjak Langit Astralheim"

(MC: Damien Valtreos)

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🌑 ADEGAN 1 — Pertarungan Dimulai

Pemburu Voidstep menghilang.

Damien hanya melihat kilatan bayangan sebelum—

WOOOSH—

Cakar hitam muncul di leher Damien.

Namun Zura melompat masuk seperti kilat.

KLANG!!

Lengan Zura menghantam serangan itu, membuat udara pecah seperti kaca.

Pemburu itu mendecak.

"Boneka hidup yang berani berdiri di jalur eksekusi… menarik."

Zura tidak berkedip.

"Satu sentuhan pada tuanku adalah pelanggaran fatal."

Aura Calamity Overlord Realm tingkat 5 miliknya muncul seperti badai sunyi.

Damien menahan nafas.

"Zura… jangan habiskan energimu. Aku butuh kamu sampai akhir."

Zura menurunkan aura, mengangguk.

Rex teriak sambil gemetaran:

"BRO DIA NGILANG LAGI!"

Damien menutup mata…

merasakan perubahan ruang.

"Right flank."

Damien mengangkat tangan tepat waktu—

CLAAAANG!!

Serangan Voidstep tertahan.

Pemburu itu terdorong ke belakang satu langkah.

Satu.

Tapi itu cukup untuk membuatnya serius.

"…refleksmu tidak cocok untuk ranahmu. Warisan Atheus terlalu memanjakanmu."

Damien mengepalkan tangan.

"Aku hanya melakukan apa yang perlu."

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🔥 ADEGAN 2 — Inti Red Hyper Primordial Bergerak

Di dalam tubuh Damien… sesuatu terbakar.

Bukan panas.

Tapi semacam detakan merah gelap—seperti detak jantung dewa kuno.

[Damien… bangunkan tahap pertamanya.]

Suara misterius Red Hyper Primordial terdengar dalam pikiran Damien.

[Gunakan hanya 30%. Lebih dari itu tubuhmu hancur.]

Damien menggeram kecil.

"Aku tahu batasku."

Rex melihat cahaya merah gelap muncul dari dada Damien.

"Uh bro… lo kebakar dari dalam??"

Damien menarik napas.

"Red Hyper Primordial — Tahap 1: Blood Ignition."

Darah Damien bergetar.

Suhu tubuh naik.

Matanya memerah seperti api bulan.

Tetapi tidak meledak, tidak berlebihan—tetap dalam batas aman.

Pemburu itu mengangguk tipis.

"…jadi kau membuka hyper-primordial itu. Bagus. Akan lebih menyenangkan membunuhmu."

Damien menendang tanah.

BOOM—

Lantai batu terbelah.

Damien melesat.

Kecepatan meningkat 40% dalam sekejap.

Pemburu itu sedikit terkejut.

"Kecepatanmu—"

TAP!

Damien muncul tepat di depannya dan menghantamkan Moonfall Pulse dengan tambahan energi merah.

CRAAASH!!

Pemburu itu terpental menabrak pilar.

Hana menutup mulut.

"Damien… aura kamu bukan cuma lunar sekarang…"

Rex: "BRO JANGAN MATI TIBA-TIBA!"

Damien tersenyum kecil.

"Aku nggak mati. Aku cuma panas."

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

❄️ ADEGAN 3 — Aurelius Melihat dari Jauh

Di atas langit Astralheim, retakan es halus terbentuk.

Aurelius Frostmourn muncul tanpa suara.

Matanya langsung menemukan Damien… yang tertutup aura merah-lunar.

Aurelius bergumam lirih:

"…jadi ini kekuatan yang kau pilihkan, Atheus? Anak ini… tubuhnya aneh."

Ia menyipitkan mata melihat pemburu Voidstep.

"Tingkat Shadow-Hide… sudah berani masuk wilayahku?"

Badai es kecil terbentuk di sekitarnya.

Tetapi Aurelius tidak turun.

Ia hanya memantau.

"Biar kulihat seberapa layak kau di sisi Lyanna… Damien Valtreos."

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🌑 ADEGAN 4 — Voidstep Mengerahkan Teknik Utama

Pemburu Voidstep berdiri dari reruntuhan.

"Cukup bermain. Aku akan memotong tenggorokanmu sekarang."

Ia mengangkat kedua tangannya.

"Void Execution — Triple Rift Claw."

Tiga retakan hitam terbuka di udara, masing-masing mengarah ke Damien, Rex, dan Hana.

Damien langsung berteriak:

"ZURA!!!"

Zura bergerak sekali—dan tubuhnya membesar seperti bayangan raksasa.

SRAAASH—

Ia memblokir semua retakan dengan tubuhnya sendiri.

Rex menjerit:

"ZURA BROO???"

Hana menutup mata.

Namun retakan itu pecah di dada Zura tanpa membuatnya jatuh.

Zura menatap pemburu itu dengan mata merah menyala.

"Kau… menyakiti temanku."

Damien berdiri di sampingnya.

"…dan itu kesalahan besar."

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🌕 ADEGAN 5 — Serangan Final Damien

Damien mengangkat tangan kanannya.

Hyper-red energy dan lunar energy berputar seperti dua bulan bertabrakan.

Suara misterius memperingatkan:

[Damien. 30% saja. 31% = jantungmu berhenti.]

Damien mengerang.

"Tiga puluh… cukup."

"Moonfall — Crimson Collapse."

Serangan bulan perak bercampur merah dilepaskan.

Pemburu Voidstep mengangkat lengannya untuk bertahan—

BOOOOOOM!!!

Gelombang merah-perak menghantamnya keras.

Tubuh pemburu itu terpental ratusan meter, menabrak dinding batu dan terkubur debu.

Hening.

Rex melongo.

Hana menelan ludah.

Damien menutup mata, mengambil napas berat.

"Aku… masih hidup. Mantap."

Zura berdiri tegak, meski tubuhnya retak.

"Tuanku… aman."

Damien menepuk lengan Zura.

"Kerja bagus, Zura."

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🔥 END CHAPTER 112

━━━━━━━━━━

More Chapters