š„ CHAPTER 104 ā "Scarlet Core Awakening, Damien Hampir Mati, & Zura Menghilang Sendiri"
---
š ADEGAN 1 ā Scarlet Core Awakening Dimulai
Damien duduk bersila di tengah lingkaran rune merah. Hawa panas mulai merambat dari dalam tubuhnya, seolah darahnya berubah menjadi magma.
Rex berdiri gugup sambil pegang kepala.
"BRO, ini beneran aman kan? Kalo lo meledak, gue ga mau nyapu sisa-sisa elo."
Hana mencubit lengan Rex.
"BERDOA BUKAN NGEDUMEL!"
Rex:
"Gue cuma realistisā¦"
Damien membuka mata sedikit. Mata merah-emasnya bergetar.
> "Tenang⦠ini cuma sakit sedikit."
Suara Misterius terdengar: [Damien, ini tidak sakit sedikit. Ini 10 kali lipat sakit dari Bone Tempering.]
Damien: "ā¦HAH?"
Rex teriak: "BRO CANCEL LATIHANNYA! CANCEL SEKARANG!"
Tapi terlambatā
WHOOMā!!
Aura merah meletup dari tubuh Damien. Runenya menyala seperti disiram api.
---
š„ ADEGAN 2 ā Damien Hampir Mati
Scarlet Core mulai terbentuk di dalam dadanya.
Tiba-tibaā
CRAAAKā!!
Damien memuntahkan darah hitam.
Hana langsung panik.
"Damien! DAMIEN! JANGAN MATI! KALO KAU MATI, AKU SERIUSāAKU SUMPAHāAKU BAKAL NENDANG KUBURANMU!"
Rex menahan Hana.
"BRO, dia ga bisa denger ancaman loādia lagi sekarat!"
Damien mencibir tipis sambil menahan rasa sakit. "Bisa⦠denger⦠idiotā¦"
Suara Misterius: [Tubuhmu tidak kuat menerima panas Scarlet Core. Jika kau paksakan, jantungmu bisa berhenti.]
Damien menyeringai meski tubuhnya gemetar.
> "Good⦠makin mirip aku."
Rex: "INI ORANG MAU MATI MASIH GAYA-GAYAAN!"
Aura Damien makin pecah.
Kulitnya retak seperti porselen merah.
Suara Misterius: [DAMIIIIENā!!!]
Hana benar-benar menangis.
"Damien please⦠berhenti⦠Aku benci lihat kau beginiā¦"
---
š ADEGAN 3 ā Zura Muncul Tiba-Tiba (Emosional + Lucu)
Di saat semua panikā
SWOOSH.
Zura muncul dari belakang Damien.
Tanpa ekspresi. Tanpa suara.
Ia meletakkan tangannya di punggung Damien.
Aura hitam-merah Zura masuk ke tubuh Damien. Meredakan retakannya.
Hana terkejut. "Z-Zura?! Kau⦠kau membantu Damien?!"
Rex teriak makin kencang: "BRO KITA NGEREKAM NIH? ZURA PEDULI???"
Zura melirik Rex datar. "Kau berisik. Diam atau mati."
Rex langsung tutup mulut seperti dilem.
Zura menatap Damien dari belakang. Matanya tetap dingin, tetapi suaranya⦠sedikit lebih lembut.
> "Jangan mati. Aku belum selesai mengalahkanmu."
Damien yang hampir pingsan masih sempat mengangkat alis. "ā¦cara⦠unik⦠untuk bilang 'aku peduli'."
Zura: "Aku tidak peduli."
Tapi tangan Zura tetap menahan runtuhnya Scarlet Core Damien.
Rex bisik ke Hana: "Ini⦠ini moment bromance level DEWA."
Hana: "Sssst! Jangan ganggu! Tapi iyaā¦"
---
š ADEGAN 4 ā Penyatuan Scarlet Core Berhasil
Aura Damien dan Zura berputar menyatuā
merah dan hitam seperti dua bulan kembar.
Laluā
DUUUUMā!!
Gelombang energi menyebar.
Retakan di tubuh Damien menutup.
Darah hitam menguap.
Rasa sakit menghilang.
Di dada Damien, simbol merah berputar seperti core padat.
Suara Misterius berteriak bangga:
[Scarlet Core Awakening ā BERHASIL!]
Damien tersenyum kecil, meski lemah.
> "Hah⦠aku masih hidup."
Rex langsung melompat dan memeluk Damien dari belakang.
"BROOOO LU SELAMAAAT!! JANGAN MATI DONG GW UDAH SIAP BAKARAN KURSI MAKAN!!"
Damien: "Rex⦠lepas⦠aku masih bisa mati kalau kau patahin tulangku."
Rex langsung jungkir balik menjauh.
Hana memeluk Damien dari depanā
tapi cepat-cepat pura-pura nggak meluk.
"A-Aku cuma⦠memastikan kau tidak dinginā¦"
Damien tersenyum tipis. "Terima kasih."
Zura menatap mereka semua sebentarā¦
lalu berbalik pergi.
Hana memanggilnya: "Zura! Kau mau kemana?"
Zura tak menoleh.
> "Untuk melanjutkan misi. Aku bosan melihat wajah Damien hari ini."
---
š ADEGAN 5 ā Zura Menghilang Sendiri
Rex: "BRO DIA CEMBURU! JELAS! JELAAAS!"
Hana: "REX, DIAM!"
Damien berdiri pelan, menatap punggung Zura yang menjauh ke hutan gelap.
> "Zuraā¦"
Suara Damien rendah, tetapi hangat.
> "Terima kasih⦠sudah menyelamatkanku."
Zura berhenti sesaat. Tidak menoleh.
> "ā¦Aku hanya tidak mau melihatmu mati terlalu cepat. Itu membosankan."
Dan dia menghilang ke kegelapan.
Damien menatap langit. Scarlet Core-nya berdenyut pelan.
> "Tunggu aku, Zura. Kali ini⦠aku yang akan menyusul kekuatanmu."
---
š„ END CHAPTER 104 š„
