---
❄🔥 CHAPTER 89 — "Retaknya Darah Lyanna, Arcelian Mengamuk, dan Damien Menyadari Hidupnya Tidak Pernah Tenang." 🔥❄
---
ADEGAN 1 — LANGKAH DAMIEN MENUJU LYANNA
Angin malam menusuk.
Rex dan Hana berjalan di belakang Damien yang wajahnya lebih tenang dari orang normal yang hampir dibunuh ayah pacarnya.
Zura bersiul sambil tangan di saku.
Rex:
"Bro… dia benar-benar bilang 'aku tidak tahu cara menyakiti gadismu' ke dewa es.
Dia gila atau gentle?"
Hana:
"Dua-duanya."
Damien mendecak.
Damien:
"Aku hanya… berbicara jujur."
Zura:
"Itu sebabnya kau hidup."
Damien:
"Terima kasih?"
Zura:
"Bukan pujian."
---
ADEGAN 2 — ARCELIAN MENGAMUK
Di kejauhan—
âť„ BOOOMMMM âť„
Es meledak seperti gunung runtuh.
Arcelian bangkit dari tanah setelah ditampar 500 meter oleh ayahnya sendiri.
Wajahnya penuh amarah, matanya merah kebiruan.
Arcelian:
"DAMIEN VALTREOS… KAU MENCURI LYANNA DAN MENGHINA DARAH KELUARGAKU!"
Damien berhenti jalan.
Damien:
"Aku bahkan tidak sempat pegang tangannya."
Rex ngedip dua kali.
Hana nutup muka.
Zura menatap Damien:
"…Cara bicaramu yang jujur itu… kadang aku ingin melemparmu."
Arcelian mengangkat dua pedang es.
Arcelian:
"AKU AKAN MENGHANCURKAN TULANGMU!"
Damien:
"Kau ngomong itu tiap kali muncul. Variasi dong."
---
ADEGAN 3 — LYANNA DATANG
Suara ledakan energi biru-ungu terdengar dari langit.
WHOOMMM!
Lyanna muncul dengan rambut panjang yang mengalir seperti es ungu.
Matanya bersinar.
Di tubuhnya terlihat retakan kecil seperti garis cahaya primordial.
Damien langsung menatap dengan dahi mengernyit.
Damien:
"Lyanna?"
Lyanna berlari ke arahnya.
Lyanna:
"Damien! Kau tidak apa-apa?!"
Ia berhenti tepat 1 meter di depan Damien, napasnya sedikit gemetar melihat bekas tekanan Dewa Es masih menyelimuti tanah.
Damien menjawab dengan nada santai.
Damien:
"Hampir mati."
Lyanna membeku.
Matanya melebar.
Lyanna:
"KAU HAMPIR APA?!"
Damien:
"Santai. Aku terbiasa."
Lyanna:
"ITU TIDAK NORMAL!"
Rex di belakang:
"Betul, itu tidak—"
Zura:
"Diam, Rex."
---
ADEGAN 4 — CAHAYA PRIMORDIAL MELEDAK
Lyanna tiba-tiba memegangi dadanya.
Lyanna:
"A-aku… aura ayah dan auramu bertabrakan… retakan darahku…"
Cahaya biru-ungu keluar dari tubuhnya dengan liar.
Hana mundur cepat.
Hana:
"Itu… itu energi primordial! Kalau pecah sekarang dia bisa—"
Zura membuka kedua mata sedikit.
Ini langka sekali.
Zura:
"…Ini buruk. Darah primordialnya bereaksi pada 'ketakutan kehilangan'. Itu reaksi insting klan Frostveil tua."
Damien mengerutkan kening.
Damien:
"Lyanna!"
Lyanna berusaha tersenyum kecil.
Lyanna:
"Aku tidak apa-apa… aku hanya— takut kau mati."
Damien terdiam.
Sebuah kilasan aneh muncul di wajahnya.
Bukan malu.
Tapi… tersentuh?
Damien menyentuh pundaknya pelan.
Damien:
"Aku tidak akan mati begitu saja."
Lyanna mengangguk kecil… lalu memeluk Damien tiba-tiba.
Rex:
"AAAAA KISS SCENE?!"
Hana meninju kepala Rex.
---
ADEGAN 5 — ARCELIAN KEHILANGAN KENDALI
Arcelian melihat semuanya.
Ketika Lyanna memeluk Damien…
ada sesuatu dalam dirinya patah.
Es di sekitarnya berubah hitam kebiruan.
Arcelian (berteriak):
"Lepaskan dia!
Lepaskan adikku!
KAU BUKAN APA-APA!"
Damien memandang dingin.
Damien:
"Ya. Tapi dia memilihku."
Arcelian meledak.
Arcelian:
"AKU AKAN—"
Zura tiba-tiba berdiri di depan Damien.
Zura:
"Kau menyebalkan. Aku sudah bilang kau tidak boleh mati dulu."
Arcelian mengangkat pedang rasi bintangnya.
Zura hanya mengangkat satu tangan.
âť„ KRAAAK âť„
Seluruh pedang es Arcelian retak.
Arcelian menatap Zura dalam ketakutan.
Untuk pertama kali.
Zura:
"Jika kau sentuh dia…
aku patahkan kepalamu."
---
ADEGAN 6 — DAMIEN MENYADARI SESUATU
Dalam kekacauan itu…
Suara Misterius muncul di kepala Damien.
> "PERHATIKAN DARAH PRIMORDIAL LYANNA."
"KETIKA RETAKAN ITU MUNCUL… ARTINYA SATU HAL."
Damien mengerutkan dahi.
Damien (dalam hati):
"Apa?"
> "HATINYA SUDAH TERIKAT PADAMU."
Damien terdiam.
Wajahnya perlahan memerah sedikit (0.4%).
Zura menatap Damien.
"…Kenapa wajahmu panas?"
Damien:
"TIDAK. APA-APA."
---
ADEGAN 7 — AURA KEMATIAN MUNCUL
Tiba-tiba bumi bergetar.
Rex:
"Bro… apa lagi ini?!"
Hana merasakan gelombang energi berat.
Hana:
"Ini… aura organisasi itu.
Mereka menemukan jejak Lyanna."
Damien menatap tajam.
Damien:
"Organisasi yang memburu gadis ini…"
Mata Damien berubah dingin.
Sangat dingin.
Damien:
"…akan kuhancurkan satu per satu."
Zura melirik.
Zura:
"Kau belum cukup kuat."
Damien:
"Karena itu… aku akan menjadi cukup kuat."
Rex menelan ludah.
Hana tersenyum kecil.
Lyanna menggenggam pakaian Damien.
Lyanna:
"Kau… kau akan melindungiku?"
Damien menatapnya.
Damien:
"Bukan hanya itu."
"Aku akan membalas dendam untukmu."
---
❄🔥 END CHAPTER 89 🔥❄
Highlight:
Lyanna datang dengan darah primordial retak.
Arcelian hampir kehilangan kewarasan.
Zura melindungi Damien lagi.
Organisasi pemburu Lyanna sudah menemukan keberadaannya.
Damien mulai menunjukkan tekad balas dendam → akan memuncak di CHAPTER 100+.
-
