Cherreads

Chapter 87 - Chapter 87

---

⚔️ CHAPTER 87 — "Aurelius Turun, Arcelian Bangkit Memburu, dan Damien Hampir Naik Ranah Lagi (Dengan Suara Misterius Ngomel)"

Lanjutan dari Damien yang baru bangun dari Eclipse Void Mode Partial.

---

❖ ADEGAN 1 — SUASANA SETELAH METEOR HANCUR

Damien berdiri, masih goyah.

Awan es dari meteor yang hancur masih turun seperti salju biru.

Hana masih kaget:

Hana: "Kau… baru saja meninju METEOR dari dewa…"

Rex: "Bro, sumpah, kalo ada ranking kegilaan, kau nomor 1."

Damien mengusap darah dari bibirnya.

Damien: "Diam. Aku cuma… sedikit emosi."

Zura menepuk pundaknya dengan santai.

Zura: "Sedikit? Kau hampir meledakkan atmosfer."

Damien: "…"

Zura: "Ngomong-ngomong… kau bakal diburu."

Damien langsung menoleh.

Damien: "Oleh siapa? Aurelius?"

Zura menggeleng.

Zura: "Bukan. Dia cuma penasaran… yang mau membunuhmu itu—"

Angin membeku.

Suara "KREEEKKK" terdengar dari langit.

Sebuah aura dingin turun seperti memotong realitas.

Rex mundur sampai jatuh.

Hana menutup mulut panik.

Damien mengerutkan mata.

Damien: "…aku kenal aura ini."

---

❖ ADEGAN 2 — ARCELIAN BANGKIT LAGI

Di puncak gunung jauh, sebuah kabut es retak seperti kaca.

Dari dalamnya muncul sosok lelaki muda…

kulit pucat, rambut putih kebiruan, mata biru menyala.

Arcelian Frostveil.

Kakak tertua Lyanna.

Star Ascension Realm 2.

Dan penuh luka akibat duel gila Chapter 79.

Bekas retakan es di tubuhnya memancarkan aura mengerikan.

Arcelian menyentuh dadanya—masih ada bekas runtuhan beku dari darah primordial Lyanna yang pernah menyentuhnya.

Ia menggumam:

Arcelian:

"Luka ini… tidak akan hilang."

"Karena dia… karena bocah itu."

Matanya bersinar biru gelap.

Arcelian:

"Damien Valtreos… aku akan mencabikmu."

Ia menghilang.

Bukan teleport.

Bukan Voidstep.

Itu Ice Constellation Shift, teknik murni dari Star Ascension.

---

❖ ADEGAN 3 — AURELIUS MENARIK GARIS BESAR

Di Istana Frostveil—

Aurelius membuka mata emasnya.

Suara agung, dingin, tapi tidak marah.

Aurelius:

"Pecahnya meteor… menunjukkan kebangkitan kekuatan kuno."

"Anak ini… bukan sekadar pewaris."

Bayangan hitam di belakangnya bertanya:

> "Apakah Yang Mulia akan turun tangan?"

Aurelius menatap jauh ke barat.

Aurelius:

"Bukan untuk membunuhnya…"

"…untuk melihat apakah dunia ini siap menerima ancaman besar lain."

Ia melangkah keluar.

Saat ia berjalan—

salju di seluruh negara berhenti jatuh.

---

❖ ADEGAN 4 — DAMIEN MERASA BAHAYA

Damien merasakan sesuatu menusuk tulang belakangnya.

Damien:

"Zura… ada yang mendekat."

Zura mengangkat bahu.

Zura:

"Ada dua. Satu… ayah kecil itu."

(Senyum kecil)

"Satunya lagi… kakak Lyanna yang… sedikit terobsesi padamu."

Rex panik.

Rex: "BRO, KENAPA SEMUA ORANG MAU MUKUL KAU??!"

Damien: "Karena dunia ini menyebalkan."

---

❖ ADEGAN 5 — SUARA MISTERIUS MERESPON

Tiba-tiba simbol lunar di dada Damien berdenyut.

Suara misterius muncul:

> "Pewaris. Fokus."

"Kau akan segera naik ke Spirit Manifest Realm tingkat 5 jika kau menstabilkan inti Void-mu."

Damien menggertakkan gigi.

Damien: "Aku tidak bisa fokus kalau dua monster mau membunuhku!"

> "Lari sambil breakthrough bukan hal baru, bodoh."

Damien: "JANGAN PANGGIL AKU BODOH!"

> "Kalau begitu jadilah kurang bodoh."

Damien: "…"

Rex bisik ke Hana:

Rex: "Bro… even suaranya toxic."

---

❖ ADEGAN 6 — LYANNA DALAM PELATIHAN NERAKA

Di ruang isolasi es ratusan kilometer dari sana…

Lyanna Frostveil berdiri di tengah badai es primordial.

Rambutnya kusut, luka di lengan mengeluarkan asap dingin.

Pelatihnya—

Guardian Tertua Frostveil

—berteriak:

Guardian:

"LAGI! SATUKAN ES DAN API MU, LYANNA!"

Lyanna jatuh tersungkur.

Napasnya berat.

Tiba-tiba—

Detak hatinya melonjak.

Ia berdiri cepat.

Mata birunya melebar.

Lyanna:

"…Damien… bahaya?!"

Es di sekelilingnya retak.

---

❖ ADEGAN 7 — ARCELIAN MUNCUL DI HADAPAN DAMIEN

Damien, Zura, Hana, dan Rex berjalan menuruni tebing.

Tiba-tiba udara membeku.

Kristal es tumbuh dari tanah.

Langkah Damien berhenti.

Sosok turun perlahan dari langit.

Seperti raja es muda.

Arcelian:

"Damien Valtreos."

Damien mengangkat alis, dingin.

Damien: "Kau masih hidup? Sial."

Rex: "BRO JANGAN DIOMONGIN—"

Arcelian menatap Damien tanpa emosi.

Arcelian:

"Kau menyentuh adikku."

"Kau menyentuh darah primordialnya."

"Kau menyentuh hatinya."

Damien: "…"

Arcelian mengangkat tangan.

Arcelian:

"Kau akan mati."

Zura berdiri di depan Damien.

Sisi kepalanya miring sedikit.

Zura:

"…Coba sentuh dia."

"Berani."

Suasana jadi tegang.

Es retak.

Void bergetar.

Dua monster—

Calamity Overlord Realm 5 (Zura)

VS

Star Ascension Realm 2 (Arcelian)

Berhadapan.

Damien pelan-pelan mengangkat tangan.

Damien:

"Tunggu. Aku yang diincar. Biar aku—"

Zura menekan kepala Damien ke bawah seperti anak kecil.

Zura:

"Diam kau."

"Breakthrough dulu. Biar aku yang jagain."

Damien:

"…kau pikir aku anak ayam?!"

Zura:

"Iya."

Damien: "AKU BENCI KAU."

---

❖ ADEGAN 8 — DAMIEN BREAKTHROUGH DI TENGAH KETEGANGAN

Damien duduk bersila.

Suara misterius menuntun:

> "Arahkan energi ke inti bayangan."

"Stabilkan bulan dan void…"

Rex: "DEMI SURGA, KENAPA BREAKTHROUGH SAAT DIBURU?!?!"

Hana: "INI DAMIEN! DIA BREAKTHROUGH DIMANA AJA!"

Es retak semakin besar.

Damien membuka mata.

Aura baru bersinar.

🌑 Spirit Manifest Realm — Tingkat 5.

Breakthrough sukses.

Damien berdiri, aura hitam-perak berputar.

Ia menatap Arcelian kembali dengan tatapan dingin.

Damien:

"Sekarang… mari ulangi babak sebelumnya."

"Tapi kali ini aku yang mulai."

---

🌙 ❄️ END CHAPTER 87 ❄️🌙

Zura vs Arcelian hanya tinggal hitungan detik.

Damien baru breakthrough.

Aurelius sedang menuju lokasi.

Lyanna merasakan bahaya.

Semua titik akan tabrakan di Chapter 88.

---

More Chapters