Cherreads

Chapter 83 - Chapter 83

---

🔥 CHAPTER 83 — "Aurelius Turun, Kemarahan Dewa Es, & Tiga Warisan yang Bangkit"

---

❖ ADEGAN PEMBUKA — ARCELIAN BUKA MULUT (TERPAKSA)

Arcelian akhirnya menyerah setelah Damien mengaktifkan Void Echo Sense level rendah.

Arcelian menggertakkan gigi.

Arcelian:

"…baik… aku akan bicara…"

Damien menatap datar.

"Cepat."

Arcelian:

"…Aurelius… ayahku… dia bukan hanya bangsawan Frostveil… dia Dewa Es.

Dan dia pasti sedang mencariku sekarang…"

Damien mengangkat alis.

"Dewa, huh…? Menarik."

Dua dewa di kepalanya langsung panik.

Kael Arclight:

> "MENARIK KATAMU?? Itu CALAMITY OVERLORD REALM, ANAKKU!"

Dewa Misterius:

> "Kau bakal mati kalau salah ngomong."

Damien cuma menghela napas santai.

"Aku sudah terbiasa hampir mati setiap hari."

---

❖ ADEGAN 2 — LANGIT KOYAK, DEWA ES TURUN

Tiba-tiba—

LANGIT DI ATAS MEREKA RETAK.

Bukan seperti portal biasa.

Tapi seperti kristal raksasa yang dihancurkan dari dalam.

Angin beku turun.

Suhu anjlok hingga −200°.

Tanah membeku hanya karena disentuh bayangan es.

Lyanna langsung pucat.

Lyanna:

"…Ayah…"

Damien menoleh sedikit.

"Kau yakin?"

Lyanna:

"Dia marah. Sangat… sangat marah."

Dua dewa di kepala Damien kompak:

> "KABUR SEKARANG!"

---

❖ ADEGAN 3 — AURELIUS FROS MOURN MUNCUL

Cahaya biru pucat menyatu, membentuk sosok pria berjubah es panjang, rambut putih perak, dan mata biru yang memancarkan kehancuran.

Aurelius Frosmourn.

Dewa Es Primordial.

Calamity Overlord Realm Lv.4.

Bahkan dunia terasa mengecil di hadapannya.

Ia melihat Arcelian yang dibekukan 70% tubuhnya.

Wajah Aurelius menegang.

Mata berubah tajam seperti bilah es ilahi.

Aurelius (suara rendah, tenang, tapi mematikan):

"…siapa… yang melakukan ini… pada anakku?"

Lyanna ingin bicara—tapi terdiam.

Aurelius menatap Damien.

Tatapan itu cukup untuk membuat udara bergetar.

Aurelius:

"Manusia kecil… apakah kau menyentuh… darah dagingku?"

Damien mengangkat dagu, tidak gentar.

Damien:

"Dia menyakiti Lyanna duluan. Aku hanya membalas."

Aurelius berkedut—

lalu menatap Lyanna.

Aurelius:

"LYANNA. KENAPA KAU MEMBEKUKAN ADIKMU SENDIRI?!"

Suara itu mengguncang ruang.

Lyanna menunduk, bibirnya bergetar.

Lyanna:

"A-Ayah… Arcelian menyerangku… dan Damien… dan dia—"

Aurelius:

"DIA MASIH DARAHKU! KAULAH YANG HARUS DILINDUNGI OLEH KAKAKNYA!"

Damien langsung maju setengah langkah.

Damien:

"Jangan salahkan Lyanna.

Kalau mau marah, marah saja padaku."

Dua dewa di kepala Damien langsung menjerit:

Kael Arclight:

> "KENAPA KAU MENGAJAK BERKELAHI DEWA CALAMITY?!"

Dewa Misterius:

> "INI GILA, TAPI AKU SUKA."

---

❖ ADEGAN 4 — AURELIUS MENYERANG DAMIEN

Aurelius menurunkan tangan.

Satu jari.

Dan dunia membeku.

Aurelius:

"Kalau begitu… aku akan mengujimu.

Jika kau cukup kuat menahan kemarahanku…

maka kau layak berada di dekat putriku."

Damien mengepal tangan.

Damien:

"Ayo."

Energi biru meledak dari Aurelius.

Gelombang es primordial menyapu tanah.

---

❖ ADEGAN 5 — DAMIEN AKTIFKAN 3 WARISAN SEKALIGUS

Damien menghela napas pelan.

"Tiga teknik… mari kita coba."

✨ 1. Heaven-Smite Fist — Warisan Dewa Tinju

Aura emas muncul di tangan Damien.

Tanah retak di bawah kakinya.

⚡ 2. Primordial Thunder Flow

Petir ungu kehitaman melilit lengannya.

🌘 3. Moonfall Arcane Slash

Cahaya bulan membentuk sabit besar di belakang Damien.

Kael Arclight mengoceh:

> "ITU TEKNIK BERBAHAYA LAH! KAUPAKAI BERTIGA SEKALIGUS?!"

Dewa Misterius tertawa:

> "Bagus! Bunuh diri dengan gaya!"

Damien menatap Aurelius.

Damien:

"Aku tidak akan mundur."

Aurelius mengangkat tangan.

Aurelius:

"—Frozen Cataclysm."

Serangan dewa turun.

Damien melangkah maju—

TINJU SURGA + PETIR PRIMORDIAL + SABIT BULAN

meledak bersamaan.

TUBRUKAN MEREKA

menghasilkan gelombang energi

yang melemparkan Damien, Lyanna, Arcelian, dan seluruh area sejauh 30 km.

Langit berubah putih.

Dunia bergetar.

---

❖ ADEGAN PENUTUP — TUBUH DAMIEN PECAH, TAPI…

Damien terhempas keras ke batu, darah keluar dari mulutnya.

Kael Arclight berteriak panik:

> "ANAKKU!! JANGAN MATI LAGI!"

Dewa Misterius:

> "Bangun! KAU BELUM BOLEH MATI SAMPAI AKU BERI NAMA!"

Lyanna memeluk Damien dengan tubuh gemetar.

Lyanna:

"Damien!! Bertahan!"

Sementara Aurelius terdiam, matanya sedikit membesar.

"…anak ini…

melawan Frozen Cataclysm milikku…

dengan tubuh mortal…?"

Aurelius perlahan menurunkan tangan.

"…mungkin aku… salah menilai…"

BABAK 1 konflik dengan Dewa Es dimulai.

---

More Chapters