🔥 CHAPTER 73 — "Gerakan Organisasi Gelap, Target Baru Mereka, & Kedatangan Aurelius Frostmourn"
---
🌑 ADEGAN PEMBUKA — "BAYANGAN GELAP BERGERAK"
Beberapa menit setelah pertandingan selesai, Damien masih menatap langit malam yang berawan tipis.
Aura bulan hitam di tubuhnya perlahan mereda.
Namun di balik atap arena…
Tiga sosok berjubah hitam berdiri membungkuk, seolah menunggu perintah.
Pemimpin bayangan itu berbicara pelan:
Pemimpin Organisasi:
"Fokus pada Lyanna Frostveil.
Ayahnya sudah mulai bergerak…
Kita harus cepat sebelum dia tiba."
Bayangan lain bertanya ragu:
Bawahan:
"Kalau Damien Valtreos ikut campur…?"
Pemimpin tertawa rendah.
Pemimpin:
"Anak itu… nanti akan dikubur oleh ayah Lyanna sendiri."
Ketiga bayangan menghilang.
---
🔥 ADEGAN 1 — LYANNA JADI TARGET
Di sisi arena, Lyanna bersandar pada bahu Damien.
Gadis itu terlihat lebih ceria setelah kemenangan barusan.
Tapi Damien tiba-tiba memegang kepala Lyanna dan menundukkannya.
Lyanna terkejut.
Lyanna:
"Eh—Damien?! A-ada apa?"
Damien menatap tajam ke kejauhan.
Damien:
"…Organisasi itu ada di dekat sini."
Rex langsung panik dan mendekat.
Rex:
"Serius, bro?! Baru juga menang, kok langsung ada bahaya lagi sih!!"
Hana mendengus kecil.
Hana:
"Karena kalian dua magnet masalah."
Zura hanya tersenyum tipis sambil merapikan rambutnya.
Zura:
"Tenang. Kalau mereka menyerang… aku robek satu per satu."
Semua orang menatapnya.
Rex:
"Bro… itu serem tapi keren."
---
🍜 ADEGAN 2 — KE RESTORAN RAKYAT AURELIS VEIL (MIE AYAM LEGENDARIS)
Untuk menenangkan suasana, Damien membawa mereka ke restoran kecil di kota.
Nama restonya "WARUNG AURELION — Spesialis Mie Ayam & Nasi Padang".
Begitu mereka duduk…
Rex:
"GW UDAH NGILER SEJAK PAGI, BRO!!"
Hana:
"Tolong jangan teriak—"
Rex:
"MIE AYAM!!! NASI GORENG SPESIAL!!! SATE!!! AYAM BAKAR!!! NASI PADANG!!!"
Koki:
"WOYYY!! SATU-SATU PESENNYA!!"
Damien tertawa pelan…
Tawa yang hanya keluar kalau bersama orang yang ia percaya.
Damien (pelan):
"Kalian ribut sekali."
Lyanna tersenyum sambil menatap Damien.
Lyanna:
"Tapi… menyenangkan, kan?"
Damien tidak menjawab, tapi pipinya sedikit hangat.
Pesanan pun datang:
Mie Ayam Porsi Jumbo
Nasi Goreng Spesial 3 Telur
Sate Ayam 20 tusuk
Ayam Bakar madu
Ayam Goreng sambal ijo
Ayam Geprek level 10
Nasi Padang komplit
Es Buah
Es Teh
Es Teler
Rex hampir menangis.
Rex:
"AKHIRNYAAA… surga dunia…"
Lyanna menyuapi Damien sepotong ayam bakar.
Damien hampir tersedak.
Damien:
"H-Hey—"
Lyanna tersenyum manis.
Rex menjerit cemburu.
Hana memukul kepala Rex.
Zura makan dengan sangat elegan… meski piringnya menumpuk tanpa berhenti.
---
❄️ ADEGAN 3 — KEDATANGAN MENGEJUTKAN: AURELIUS FROSTMOURN
Tiba-tiba…
SUHU turun drastis.
Semua gelas minum membeku.
Napas setiap orang berubah menjadi kabut putih.
Lyanna langsung pucat.
Lyanna:
"J-jangan bilang… ayah…"
BOOOOOM—!!
Seluruh restoran retak karena tekanan es.
Sesosok pria turun dari langit seperti meteor salju.
Tubuhnya jangkung, rambut perak panjang, mata biru beku yang menembus jiwa.
Aurelius Frostmourn.
Dewa Es Kekaisaran Utara.
Ayah Lyanna.
Ia menatap putrinya dengan tatapan mengerikan.
Aurelius:
"LYANNA.
Sudah tiga kali kau kabur."
Lyanna gemetar.
Lyanna:
"A-Ayah… aku-aku hanya ingin—"
Aurelius menepuk meja.
Mejanya langsung membeku jadi patung es.
Aurelius:
"Mulai hari ini, kau kembali.
Latihanmu tertinggal jauh."
Ia melirik Damien…
Dengan tatapan dingin yang cukup untuk menghentikan jantung.
Aurelius:
"Dan kau… bocah bulan hitam."
Damien bangkit, tenang.
Damien:
"Jika Anda ingin membawa Lyanna pergi dengan paksa—"
Aurelius mengangkat satu jari.
Satu jari saja.
BOOOM—!!
Damien terpental menembus tiga dinding restoran.
Darah mengalir dari bibirnya.
Rex:
"DAMIEEEEN!!!"
Hana berdiri panik.
Lyanna menjerit.
Zura langsung berubah aura.
Muncul badai hitam di punggungnya.
Zura:
"Sentuh dia lagi…
dan aku akan mematahkan tubuhmu."
Aurelius mengangkat alis.
Aurelius:
"Oh? Calamity Overlord Realm.
Menarik."
Zura bergerak—tapi Damian mengangkat tangannya, menahan.
Damien berdiri lagi.
Lemah, goyah… tapi matanya tidak pernah padam.
Damien:
"Aku belum kalah…"
Namun Aurelius tiba-tiba menghilang dan muncul di depan Damien.
Craaack—
Damien dipukul tepat di dada.
Tubuhnya langsung lunglai.
Aurelius:
"Kau tidak pantas mendekati putriku."
Lyanna menangis, memeluk Damien yang pingsan.
---
🌑 ADEGAN 4 — AURELIUS MELAWAN ORGANISASI GELAP
Tiba-tiba, tiga anggota organisasi gelap muncul dan mencoba menculik Lyanna.
Anggota Organisasi:
"Ambil gadis itu! Sekarang!"
Aurelius menurunkan tatapannya.
Suhu turun lebih parah.
Aurelius (dingin):
"Berani menyentuh darah Frostmourn…
KALIAN MATI."
Dengan satu gerakan tangan—
Seluruh ruangan dipenuhi pedang es raksasa.
Tiga anggota organisasi terbeku dalam 0,5 detik.
Hancur.
Tidak tersisa.
---
❄️ ADEGAN 5 — AURELIUS MENYERET LYANNA
Lyanna berusaha kabur, memegang tangan Damien yang pingsan.
Lyanna:
"Tidak!! Damien butuh aku!! Ayah tolong—"
Aurelius memegang bahunya.
Aurelius:
"Latihanmu dimulai sekarang.
Kau akan kembali menjadi pewaris Frostmourn.
Tidak ada bantahan."
Ia menarik Lyanna ke portal es.
Lyanna menjerit sambil meraih Damien.
Lyanna:
"DAMIEEEN!!!
Tunggu aku!! Jangan mati!! Aku pasti kembali!!"
Portal menutup.
---
🌘 ADEGAN PENUTUP — DAMIEN SEKARAT, 2 HARI TANPA SADAR
Rex, Zura, dan Hana mengangkat Damien yang penuh luka retak es.
Zura menggeram.
Zura:
"Laki-laki itu… terlalu kuat."
Rex meneteskan air mata.
Rex:
"Bro… jangan mati… jangan mati…"
Damien tak bergerak.
Detaknya sangat lemah.
Suara misterius muncul di benaknya yang hampir padam:
> "Damien… bertahanlah…
latihan gila baru saja dimulai…"
Tubuh Damien bercahaya samar.
Namun ia tetap tidak sadar—
Selama 2 hari penuh.
---
🔥 END CHAPTER 73
