Cherreads

Chapter 69 - Chapter 69

šŸ”„ CHAPTER 69 — "Final Dimulai, Darah Bulan Bangkit 0,3%, & Void Lightning Mode Ketiga Meledak!"

(Lanjutan langsung dari adegan terakhir Chapter 68 — tanpa pengulangan)

---

⚔ ADEGAN PEMBUKA — PAGI FINAL

Langit Solflare tidak cerah.

Awan gelap pekat menggulung seperti monster tidur yang bangun perlahan.

Arena penuh sesak. Semua orang berdiri. Tidak ada yang berani duduk.

Damien berjalan ke tengah arena, napasnya berembun meski ini bukan cuaca dingin.

Lyanna memegang tangannya sebentar.

Lyanna (pelan):

"Damien… kekuatanmu akan bangkit hari ini. Aku bisa merasakannya."

Damien menatap mata Lyanna…

mata yang selalu jadi alasan dia tak jatuh ke kegelapan.

Damien:

"Aku tidak akan kalah."

Ia melangkah maju.

Udara di sekitar tubuhnya bergetar seperti membran tipis yang hampir sobek.

Di tribun atas, Kael mengeratkan tangan.

> "Darah bulan… mulai bereaksi."

Arach (tegang):

"Ini… bukan reaksi biasa. Ini kebangkitan nenek moyangnya."

---

🐺 ADEGAN 1 — RAVIEL MASUK SEPERTI MONSTER

BOOM.

Raviel turun dari langit dengan satu hentakan kaki membuat arena berguncang.

Aura hitam-merah menyelimuti tubuhnya—

lebih padat, lebih berat, lebih liar.

Penonton mundur tanpa sadar.

Senior-senior sekte mulai berbisik panik.

> "Raviel… itu bukan bentuk manusia biasa!"

"Itu Transformasi Beastborn tingkat 2!"

"Dia sudah memakan dua inti beast S-rank minggu lalu!"

Raviel tersenyum lebar, memperlihatkan gigi tajam.

Raviel:

"Damien… hari ini aku akan robek tubuhmu dan melihat apakah petir kehampaan terasa sama saat patah."

Damien tidak merespon.

Ia hanya menghela napas.

Dan—

---

šŸŒ™ ADEGAN 2 — DARAH BULAN BANGKIT (0,3%)

DUM

DUM

DUM

Detak jantung Damien berubah, pelan tapi menggetarkan udara.

Lyanna langsung menutup mulutnya.

Lyanna:

"D-Damien… bulan… bulan muncul di belakangmu!"

Di langit siang, sebuah bayangan bulan tipis terbentuk.

Sangat tipis—hanya orang kuat yang bisa melihatnya—

namun cukup untuk membuat udara terasa seperti malam.

Suara Misterius muncul dalam kepalanya, jauh lebih dalam dari biasanya:

> "Darah Luna Primordial-mu… bangkit sebesar 0,3%."

Damien menggigil. Tulang belakangnya seperti dialiri lava dingin.

> "Kekuatan fisik meningkat 60%."

"Kekuatan petir meningkat 200%."

"Kecepatan meningkat 300%."

"Pikiran-mu… kini setara predator kuno."

Aura Damien berubah.

Senyumnya menghilang.

Yang tersisa hanyalah ketenangan mematikan.

Kael menutup mata.

> "Anakku… kau akhirnya menunjukkan siapa dirimu."

---

⚔ ADEGAN 3 — FINAL DIMULAI

Penjaga Arena mengangkat tombak.

> "FINAL! DIMULAI!!"

BOOOOOOOOM!!

Raviel langsung berubah menjadi monster:

Tubuhnya membesar.

Taring muncul.

Kulitnya dipenuhi marka hitam seperti tribal iblis.

Raviel:

"BEASTBORN TRANSFORMATION — DEMON JACKAL FORM!"

Satu hentakan kaki— arena pecah membentuk kawah.

Ia menghilang.

Langsung muncul di depan Damien.

Cakar raksasa siap mencabik.

---

āš”ļø ADEGAN 4 — DAMIEN TIDAK BERGERAK

Cakar Raviel menyapu udara—

—tetapi Damien tidak bergerak sedikit pun.

Hanya matanya yang berkilat dengan aura bulan perak.

BOOOOM!!!

Tubuh Raviel terpental ke belakang— seperti baru menabrak gunung tak terlihat.

Arena sunyi.

Penonton: "...…HAH?!"

Raviel terdiam, terkejut.

Raviel:

"Apa… yang barusan…? Kau tidak bergerak."

Damien akhirnya bicara pelan.

Damien:

"Maaf… tubuhku terlalu cepat untukmu melihat."

Terdengar SOMBONG—

tapi bukan sombong.

Itu kenyataan.

---

šŸŒ©ļø ADEGAN 5 — DAMIEN: MODE KETIGA PENUH

Damien menarik napas.

Aura biru gelap menghilang—

digantikan petir hitam murni yang menyerap cahaya.

Bum… bum… bum…

Rune Void muncul di punggungnya.

Suara Misterius:

> "MODE KETIGA — VOID ASCENDANT — AKTIF."

BOOOOOOOOOOM!!

Satu ledakan petir hitam menghancurkan setengah arena.

Damien menghilang dari tempatnya.

Dalam sekejap—

TANGAN-NYA SUDAH MENCEKIK LEHER RAVIEL.

---

āš”ļø ADEGAN 6 — RAVIEL BALIK MENGGILA

Raviel meronta, aura hitam-iblis keluar.

Raviel:

"KURANG AJAR—!!"

Transformasi tingkat 2 bergelombang.

Tulang-tulangnya mengeras, otot mengembang, mata berubah merah darah.

Raviel:

"Aku akan robek MULUTMU!"

Ia memukul Damien dengan tenaga monster.

BOOOM!!!

Damien terseret beberapa meter…

Tapi tidak terluka.

Damien menyentuh bibirnya.

Damien:

"Oh."

"…kau berhasil menyentuhku."

Raviel tersenyum keji.

Raviel:

"Kau tidak abadi, dasar sampah!"

Damien memutar leher.

Damien:

"Kalau begitu…"

Aura hitam petir naik seperti badai kosmik.

"…aku serius sedikit."

---

šŸŒ‘ ADEGAN 7 — TEKNIK PRIMORDIAL: "VOID REND"

Langit berubah hitam. Arena bergetar hebat. Bahkan penjaga Domain Tier langsung berdiri panik.

Damien mengangkat tangan kanan.

Petir hitam memadat seperti pisau dimensi.

Suara Misterius:

> "Teknik Primordial Void Lightning:

VOID REND — FIRST CUT."

Satu ayunan—

CHAAAAAAMMM!!

Arena terbelah dua.

Dinding pelindung retak.

Udara seolah menghilang selama 1 detik.

Dan Raviel…

Raviel terpental ratusan meter sambil berteriak kesakitan, dada penuh luka hitam yang menggerogoti kulitnya.

Semua orang:

"ITU… APA?!"

"TEKNIK DIMENSI?!"

"BUKAN—ITU TEKNIK VOID PRIMORDIAL!!"

Raviel bangkit perlahan, tubuh berdarah.

Raviel:

"DAMIEEEENN—

AKU AKAN MATI SEKALIPUN… AKU AKAN MENARIKMU BERSAMAKU!"

---

šŸ”„ ADEGAN PENUTUP — PERTARUNGAN BERLANJUT

Damien tidak menjawab.

Mata peraknya kini dipenuhi cahaya bulan dan petir kehampaan bersamaan.

Damien:

"Jatuhlah, Raviel."

Petir hitam melahap tanah di sekitar kakinya.

Damien:

"Aku… pewaris Luna Void."

"Dan hari ini… aku menghabisimu."

Raviel meraung, berubah ke bentuk setengah iblis penuh.

Kedua monster itu saling menerjang—

FINAL BENAR-BENAR DIMULAI.

---

šŸ”„ END CHAPTER 69

More Chapters