Cherreads

Chapter 65 - Chapter 65

──────────────────────────

🔥 CHAPTER 65 — "Penyisihan 500 Orang, Mode Baru Damien, Hana–Rex Resmi Jadian, & Kabar Raviel Beastborn Prodigy"

──────────────────────────

Seluruh lembah bergetar.

Hari kedua penyisihan dimulai — arena digabung, memberi satu medan raksasa berdiameter dua kilometer.

500 peserta masuk secara bersamaan.

Instruktur utama berdiri di bangunan tinggi.

> "Hari ini: Battle Royale.

TERAKHIR YANG BERDIRI, MASUK FINAL!"

Damien masuk paling santai dibanding 499 peserta lain.

Sementara itu, Lyanna, Hana, dan Rex menonton dari tribun khusus.

Rex gemetar.

"DAMIEN LAWAN 500 ORANG?! BAKAL JADI JURUS PEMBANTAI GENERASI NIH!"

Hana tersenyum lembut.

"Dia tidak akan kalah."

Lyanna dengan senyum kecil tipis:

"Yang menyentuh Damien ku bunuh."

Rex: "LYANNA… KAU HARUS TERAPI."

──────────────────────────

🔥 500 Orang Menyerbu Damien — Arena Seperti Tsunami Manusia

──────────────────────────

Damien berdiri di tengah arena.

Begitu gong dibunyikan—

> WUUUUUSHHHH!!!

500 peserta menyerbu seperti gelombang air hitam.

Di kepalanya:

Suara Misterius:

> "BUNUH—"

Kael/Bapaknya:

> "JANGAN BUNUH! JATUHKAN SAJA!"

Damien:

> "…Tolong satu dari kalian ke mute."

Keduanya:

> "TIDAK."

Damien menghela napas.

> "Baiklah."

Ia memutar leher.

Aura biru gelap menyembur.

> "Mode Fist Resonance — Stage 1."

Angin langsung meledak dari titik kakinya.

BAGAAAAAAAAAAM!!!

Gelombang energi membelah serbuan massa.

100 peserta langsung terhempas seperti rumput digilas badai.

Rex di tribun:

"AKU SUDAH BILANG—INI BUKAN MANUSIA NORMAL!!"

Lyanna bangga:

"Dia imut kalau marah."

Rex: "APA?!"

Hana: "Lyanna… itu tidak imut."

──────────────────────────

🔥 Formasi 30 Master Tinju — Mode Assault Damien Aktif

──────────────────────────

Tiga puluh peserta elit membentuk lingkaran, menyerang secara sinkron dengan teknik pukulan tingkat tinggi.

> "Fist Arts: Crashing Mountain!"

"Tiger Burst Punch!"

"Eagle Claw Smash!"

Semua tinju menghantam Damien bersamaan.

BOOM! BOOM! BOOM!

Asap mengepul.

Damien berjalan keluar dari asap… tanpa goresan.

> "Bagus. Sekarang giliranku."

Ia mengangkat dua kepalan tangan.

> "Burst Torrent — Second Form."

BAAAAAAAAAAAM!!!

Gelombang tinju spiral menyapu 30 orang sekaligus, membuat mereka berguling seperti boneka rusak.

Instruktur sampai berdiri dari kursinya:

"…anak ini… monster."

──────────────────────────

🔥 Hana–Rex: Romance Moment (Akhirnya Tidak Gagal)

──────────────────────────

Rex masih berteriak-teriak sampai suara habis.

Hana menepuk bahunya pelan.

"Rex."

"Ya?? Damien OP kan??!"

"Bukan itu."

Hana meraih tangan Rex.

Rex langsung freeze seperti patung.

Hana menatap matanya lembut.

"…Aku serius waktu itu. Aku suka kau."

Rex: "H-Hah?? AKU?! Yang kakinya goyang tiap hari??"

Hana tertawa kecil.

"Aku tidak butuh pahlawan besar. Aku butuh orang yang selalu ada."

Rex menelan ludah.

"K-Kalau begitu… bolehlah aku… jadi orang itu?"

Hana tersenyum hangat.

"…Ya."

Ia mencium pipi Rex.

Rex langsung roboh.

"HAHAHAHAHA AKU LAPOR KE LANGIT AKU RESMI JADI LAKI-LAKI!!"

Lyanna menatap datar.

"Jangan ganggu aku menatap Damien."

──────────────────────────

🔥 Sisa 50 Peserta — Mereka Bekerja Sama, Damien Melihat "Mode Baru"

──────────────────────────

50 orang tersisa berkumpul.

Mereka membentuk formasi anti-Damien, memadatkan qi tinju mereka ke satu titik.

"Semua! Gunakan jurus terkuat!"

Damien menarik napas.

Suara Misterius bersorak berlebihan:

> "YA! AKHIRNYA! GUNAKAN MODE KEDUA—"

Kael/Bapaknya panik:

> "JANGAN! TUBUHNYA BELUM SIAP!!"

Damien mengabaikan keduanya.

> "Mode Fist Resonance — Stage 2."

Tubuh Damien dipenuhi garis cahaya biru gelap.

Tanah di bawahnya hancur melingkar.

Dengan satu langkah—

> DORRR!!!

Damien muncul di depan formasi 50 orang.

> "Full Torrent Impact."

BLAAAAAAAAAAAR!!!

50 peserta terpental seperti daun kering tertiup badai topan.

Instruktur mengangkat tangan gemetar.

> "Pemenang Battle Royale… DAMIEN VALTREOS!"

Kerumunan meledak.

WOOOOOOAAAAAAAHHHH!!!

Lyanna menghela napas.

"…aku jatuh cinta lagi."

Rex memeluk Hana sambil menangis.

"HANA KAU HARUS LIAT WAJAH DAMIEN DIA DEWA—"

Hana: "Iya, iya… tapi fokus ke aku dulu."

──────────────────────────

🔥 Scene Akhir — Nama Rival Muncul: Raviel Beastborn Prodigy

──────────────────────────

Saat Damien turun dari arena, salah satu elder menghampirinya.

> "Damien Valtreos… ada yang ingin bertemu denganmu di final."

Damien mengerutkan kening.

"Siapa?"

Elder memberi gulungan kecil.

Ketika dibuka, satu nama tercetak dengan tinta emas:

> Raviel Beastborn — Pewaris Ritual Lunar Fang

Core Formation Realm 3

Kandidat terkuat pewaris Dewa Tinju.

Damien menatap dingin.

> "Menarik."

Suara Misterius:

> "BUNUH DIAAA!!!"

Kael/Bapaknya:

> "JANGAN LANGSUNG BUNUH—KALAHKAN DULU!!!"

Damien:

> "Kalian… pusingkan hidupku."

Elder menambahkan:

> "Final ditunda 1 hari.

Gunakan waktu itu untuk mempersiapkan diri."

Damien berjalan pergi menuju puncak bukit lembah.

> "Baik. Aku naik ranah dulu."

──────────────────────────

🔥 Breakthrough Malam Itu — Core Formation Realm 4

──────────────────────────

Di tempat tersembunyi, Damien duduk bersila.

Aura biru gelap membungkus tubuhnya.

Suara Misterius:

> "LEBIH DALAM! JANGAN TAKUT! RASAKAN KUATNYA!"

Kael/Bapaknya:

> "KONTROL NAFAS! JANGAN GILA!"

Damien fokus…

Batu di sekitarnya retak…

Udara bergetar…

Lalu—

> BOOOOOOOOM!!

Cahaya biru gelap meledak.

Damien Valtreos telah menembus Core Formation Realm 4.

Ia membuka mata.

> "Raviel Beastborn… aku menunggumu."

──────────────────────────

🔥 END CHAPTER 65

More Chapters