Cherreads

Chapter 56 - Chapter 56

──────────────────────────────

🔥 CHAPTER 56 — "Menuju Benua Solara & Awal Bayangan Rival Baru"

──────────────────────────────

Angin malam menerpa jubah Damien ketika ia dan kelompoknya berdiri di tepi jurang besar.

Di bawah sana, samudra hitam berkilauan, memantulkan cahaya bulan sabit.

Zura berdiri di sampingnya.

Rex dan Hana mengepak barang-barang mereka dengan gugup.

"Benua Solara…" gumam Hana.

"Katanya penuh monster, penuh petarung, dan penuh orang aneh."

Rex menelan ludah.

"Dan kita akan ke sana? Dengan Damien yang hobi cari masalah??"

Zura tersenyum manis.

"Tentu saja. Itulah yang membuat hidup menjadi menyenangkan."

Damien mengikat pedangnya di punggung.

Tatapannya fokus ke arah utara.

> "Lyanna ditahan di arah itu. Kita tidak punya waktu."

──────────────────────────────

🌕🔥 Suara Dewa Tertinggi Berbicara Lagi

──────────────────────────────

Dalam keheningan malam, suara misterius di kepala Damien kembali bergema.

> "Damien… perjalananmu ke Benua Solara bukan sekadar penyelamatan."

"Di sana, tubuhmu akan ditempa menjadi lebih kuat. Kau membutuhkan itu."

Damien: "Latihan fisik?"

> "Ya. Tubuhmu harus berada di puncak jika ingin mengendalikan kekuatan yang kutinggalkan."

Damien mengangguk tipis.

> "Baik. Aku akan lakukan apapun."

Zura mendengar sesuatu dari nada Damien.

"Tuan, kau terlihat seperti mau menghancurkan gunung lagi."

Damien:

> "Mungkin. Kalau perlu."

Rex:

"Ah… iya. Gunung trauma sama dia sekarang."

──────────────────────────────

🔥 Pagi Hari — Latihan Fisik Damien Dimulai

──────────────────────────────

Perjalanan memasuki hutan lebat sebelum menyeberang ke Solara.

Di sana—

BOOOOM—!!

Damien memukul pohon raksasa berdiameter tiga meter.

Pohon itu terbelah seperti kertas.

Rex melongo.

"Halo… itu pohon, bukan roti."

Zura menuliskan sesuatu di bukunya.

"Catatan: Master sudah cukup kuat untuk menjadikan raksasa sebagai boneka latihan."

Suara Dewa Tertinggi kembali bergema:

> "Gunakan tubuhmu. Tekan batasnya."

"Pukul 10.000 kali setiap pagi. Tendang 5.000 kali. Latih ototmu hingga menghitam."

Damien:

> "Mengerti."

Hana memegang kepalanya.

"Kamu itu manusia atau mesin??"

Damien tenang:

> "Tak penting. Aku hanya ingin lebih kuat."

───────────────

🔥 Sementara Itu… di Benua Solara

───────────────

Raviel berdiri di pinggir sebuah arena luas yang penuh darah kering.

Di belakangnya, puluhan prajurit Beastborn bersujud.

Aura Essence Flow Realm 9 miliknya menyebar liar.

Raviel berbisik:

"Dunia ini… lemah."

Ia menatap ke arah barat.

Mata emasnya menyala tipis.

"Damien Valtreos…"

"Aku bisa mencium jejakmu bahkan dari sini."

Ia tersenyum kecil, ganas dan penuh niat memburu.

"Saat kau tiba di Solara… mari lihat siapa yang benar-benar layak disebut monster."

──────────────────────────────

🔥 Kabar Besar di Solara: Kompetisi Adu Fisik

──────────────────────────────

Ketika Damien dan timnya tiba di sebuah kota pelabuhan Solara, keramaian luar biasa memenuhi jalan.

Poster raksasa terpampang di mana-mana.

THE GREAT BODY MARTIAL TRIAL

Kompetisi Adu Fisik Tanpa Qi & Mana!

Hadiah Utama: Warisan Dewa Tinju – Martial God Fist

Rex mematung.

"…apaan ini… ORANG BERANTEM TANPA KULTIVASI??"

Hana membaca ulang posternya.

"Pukulan, bantingan, tendangan… semuanya legal??"

Zura tersenyum puas.

"Ini cocok untuk Master."

Rex menoleh cepat.

"Damien! Jangan bilang kau mau ikut—"

Damien menatap poster itu dengan mata dingin.

Tatapannya berubah serius.

> "Warisan Dewa Tinju… itu berguna untuk tubuhku."

"Dan aku butuh tubuh terkuat."

Rex: "…tamat sudah orang-orang yang ikut."

Hana: "Bahkan tanpa qi, Damien itu seperti gorila sakti."

Zura: "Gorila? Menurutku lebih seperti iblis tampan."

Rex: "Itu bukan pujian!!"

──────────────────────────────

🔥 Damien Resmi Mendaftar — Tanpa Tahu bahwa Raviel Juga Ikut

──────────────────────────────

Damien menandatangani nama di papan pendaftaran.

Langkahnya tenang.

Matanya tajam.

Aura fisiknya saja membuat petarung lain mundur setengah langkah.

"Nama peserta?" tanya petugas.

> "Damien Valtreos."

Seluruh ruangan hening.

Orang-orang berbisik.

"—itu nama yang membantai klannya sendiri…"

"—yang Essence Flow tingkat 10 itu??!"

"Tapi ini adu fisik… tanpa qi… dia tetap berbahaya!"

Damien menatap mereka tanpa emosi.

"Tak perlu takut. Kalian akan kalah cepat."

Sementara itu, dari jauh…

di atap gedung…

Raviel mengamati Damien dari kegelapan.

Senyum predator muncul.

> "Akhirnya… kita bertemu."

──────────────────────────────

🔥 PENUTUP CHAPTER 56

──────────────────────────────

Damien mengencangkan baju pelatihannya.

Latihan fisik barunya dimulai.

Warisan Martial God Fist di depan mata.

Rival baru—Raviel—mengawasinya dari bayangan.

Dan Lyanna masih menunggu untuk diselamatkan.

> "Benua Solara…"

"Tunjukkan yang terbaik darimu."

Damien berjalan menuju arena latihan.

Angin malam berputar di sekelilingnya.

Perjalanan barunya… baru dimulai.

──────────────────────────────

More Chapters