Cherreads

Chapter 52 - Chapter 52

──────────────────────────────

🌑❄🔥 CHAPTER 52 — "Bulan yang Terluka, Dewa Es yang Murka, & Sumpah Balas Dendam Damien"

──────────────────────────────

★ LANJUTAN ADEGAN TERAKHIR

Ledakan terakhir antara Shadow Form assassin dan Shadow-Lunar Mode Damien masih menggema.

BOOOMM—!!

Bayangan monster itu tumbang dan hancur menjadi abu hitam.

Damien berdiri di tengah kawah tanah yang pecah…

Tapi lututnya goyah.

Wajahnya pucat.

Darah mengalir dari hidung.

Suara misterius mendengus:

> "Kau memaksa tubuhmu melampaui batas. Pulse 7 tidak seharusnya menahan hybrid penuh."

Damien tidak menjawab.

Ia hanya menoleh ke Lyanna yang berlari ke arahnya.

Lyanna, dengan mata berkaca-kaca: "Damien! Kamu— kamu terluka!!"

Damien tersenyum tipis.

"Semuanya… sudah aman."

Tubuhnya roboh tepat saat Lyanna menangkapnya.

Lyanna memeluknya erat.

"Jangan… jangan pergi."

Air mata jatuh ke wajah Damien yang hampir pingsan.

──────────────────────────────

❄ ★ KEDATANGAN AURELIUS FROSMOURN — DEWA ES ❄

Langit tiba-tiba menggelap.

Suhu turun drastis.

Hutan membeku…

Pepohonan tertutup lapisan es putih dalam sekejap.

WUUUUUUNG—

Lingkaran sihir raksasa muncul di langit.

Seseorang turun dari dalam kabut beku.

Rambut perak panjang.

Jubah biru berkibar.

Tatapan sedingin kematian.

Aurelius Frosmourn.

Ayah Lyanna.

Penguasa es.

Calamity Overlord Realm tingkat 4.

Aura Dewa Es menghantam tanah:

CRACKKK!!!

Tanah membeku.

Hutan runtuh.

Lyanna tersentak mundur.

Lyanna:

"A—Ayah…? Kenapa kau di sini?"

Aurelius tidak menjawab Lyanna.

Tatapannya fokus pada Damien yang pingsan di pelukannya.

"Anak manusia ini…"

Suaranya datar namun menggelegar.

"—adalah alasan kau kabur dari pelatihan suci."

Lyanna menegang, tubuhnya bergetar.

"Ayah… jangan salahkan Damien! Dia menyelamatkanku!!"

Aurelius mengangguk pelan.

"Aku tahu."

Lyanna sedikit lega—

—Sampai tatapan Aurelius berubah membunuh.

"Tapi dia tetap harus menanggung akibat karena membuatmu menolak garis keturunanmu."

Lyanna:

"TIDAK!! Jangan sentuh dia!!"

Aurelius mengangkat tangan.

Tangan itu seperti palu es para dewa.

Es murni berkumpul, membentuk tombak panjang.

"Heavenfrost Execution."

Dan ia melempar ke arah Damien.

──────────────────────────────

🔥 ★ ZURA MUNCUL — BONEKA HIDUP PENCABIK DIMENSI 🔥

TEEEAAARRR—!!

Ruang terbelah.

Sosok kecil hitam-biru muncul dan menahan tombak itu dengan tangan kosong.

Zura.

Boneka hidup Damien.

Puncak teknik Lunar Shadow.

Retakan ruang muncul hanya karena Zura berdiri.

Aurelius menaikkan alis.

"Boneka hidup dengan kesadaran?"

"Huh… menarik."

Zura menatap Aurelius tanpa ekspresi.

Suara Zura dalam, terdistorsi:

> "Sentuh master-ku… aku hancurkan dunia es-mu."

Aurelius tertawa kecil.

"Tingkat 5 Calamity Overlord… tidak buruk."

Zura:

> "Aku lebih tinggi darimu."

"Jadi jangan uji kesabaranku."

Ketegangan memecah udara.

Badai es dan badai bayangan saling berputar.

──────────────────────────────

❄💔 ★ LYANNA DISERET, DAMIEN MASIH PINGSAN 💔❄

Aurelius tiba-tiba bergerak.

Dalam satu gerakan ia menangkap lengan Lyanna.

Lyanna:

"A—AAYAH!! LEPASKAN!!"

Aurelius menatap anaknya tanpa emosi.

"Pelatihanmu belum selesai."

"Kau kabur. Itu dosa besar."

"Kau akan menjalani pelatihan—seratus kali lipat lebih keras."

Lyanna menggigit bibir, menahan air mata.

"Aku tidak mau!! Damien butuh aku!!"

Aurelius mendengus.

"Anak itu akan hidup."

"Boneka hidup itu menjaganya."

Lyanna berteriak:

"AYAAAAH!! JANGAN BAWA AKU!! DAMIEN—!!"

Ia diseret ke cahaya biru dan menghilang.

Damien, meski pingsan, bibirnya bergerak sangat pelan:

"…Lyanna…"

──────────────────────────────

🔥 ★ ZURA MENUNGGU PERINTAH TERAKHIR 🔥

Zura berdiri di samping Damien yang terbaring.

Bayangannya bergetar marah.

Zura:

> "Master, berikan perintah.

"Aku kejar dewa es itu dan kubunuh."

"…Zura."

Damien membuka mata pelan, napasnya berat.

Wajahnya pucat.

Tulangnya retak-retak akibat Hybrid Resonance.

Tapi tatapannya…

Tatapan itu dingin seperti bulan gelap.

Damien:

"Tidak."

Zura menunduk.

"…Aku patuh."

Damien memegang tanah, bangkit dengan tubuh gemetar.

"Balas dendam itu… bukan tugasmu."

Mata Damien menatap langit tempat Lyanna diculik ayahnya.

"Dia menyakiti Lyanna."

"Dia menyeretnya pergi."

"Dan melukai harga diri-ku."

Damien mengepalkan tangan hingga berdarah.

"Dendam itu…"

"…AKU yang akan melunasinya."

Suara misterius muncul di telinganya—untuk pertama kali terdengar kagum:

> "Kemarahanmu… akhirnya muncul."

Damien berdiri, meski tubuhnya hampir roboh lagi.

Tatapannya ke arah langit sangat tajam…

seolah siap membelah dunia es Aurelius.

──────────────────────────────

🔥❄ END CHAPTER 52 ❄🔥

──────────────────────────────

More Chapters