Cherreads

Chapter 49 - Chapter 49

────────────────────────────

🌑🔥 CHAPTER 49 — "Darah Primordial & Pewaris yang Salah"

────────────────────────────

⭐ ADEGAN PEMBUKA — GERBANG ISTANA STARFALL CREST

Gerbang raksasa dari kristal bintang terbuka perlahan.

Damien melangkah masuk bersama Rex, Hana, dan Zura.

Hana menggigil.

"B-Bro… aku ngerasa kalau salah napas, aku bakal dihukum seumur hidup."

Rex:

"Ini bukan istana, ini neraka elit, Hana. Bahkan pintunya aja berasa mau nge-judge kita."

Zura tersenyum tipis.

"Tenanglah. Yang diincar hanya Damien."

Hana & Rex (panik):

"ITU YANG BIKIN KITA NGGAK TENANG!!"

Damien tetap berjalan elegan, tatapan dingin seperti biasa.

Angin keperakan samar mengikuti setiap langkahnya.

────────────────────────────

⭐ ADEGAN 1 — RUANG SINGGASANA BINTANG

Pintu raksasa terbuka.

Di dalamnya, langit-langit seperti kosmos berputar. Bintang-bintang kecil bergerak lambat, seperti langit malam hidup.

Di atas singgasana kristal biru, duduklah:

✨ Kaisar Zephyrion Starfall

— rambut emas panjang, mata ungu yang menembus jiwa, aura menggetarkan seluruh ruangan.

Semua penjaga menunduk dalam.

Zephyrion menatap Damien… dan detik itu juga, udara berubah berat.

WUSSH—

Tekanan aura Primordial turun, tapi Damien tetap berdiri tegak tanpa berubah ekspresi.

Rex langsung merosot ke lantai.

Rex:

"BRO… BRO… KENAPA LU MASIH BISA NAPASS??"

Hana berguling ke samping.

"Aku… menyerah… aku bakal mati sebelum ikut kompetisi…"

Kaisar tersenyum kecil.

Zephyrion:

"Kau… tidak gentar. Seperti yang kuduga dari pewaris Primordial."

Damien:

"…Aku tidak pernah mengatakan aku—"

Zephyrion mengangkat tangan, menghentikan kalimat itu.

"Tidak perlu merendah. Darahmu… bergetar saat aku mendekat."

Damien mengerutkan kening.

('Itu bukan darah Primordial… tapi darah Bulan.')

Zura hanya menahan tawa kecil di belakang.

────────────────────────────

⭐ ADEGAN 2 — TES GARIS DARAH

Zephyrion berdiri mendekat.

Setiap langkahnya seperti meruntuhkan ruang.

Ia mengulurkan tangan ke dada Damien.

Zephyrion:

"Anak muda… izinkan aku memastikan sesuatu."

Damien tidak bereaksi.

Tatapannya datar.

Zephyrion menyentuh aura Damien.

BRUAAAK—!!

Seluruh ruangan berguncang.

Kosmos di langit-langit bergetar.

Bintang-bintang kecil runtuh.

Zephyrion mematung…

lalu matanya membesar.

"…kekuatanmu… bukan Primordial biasa…"

Hana:

"Ap— jangan bilang…"

Zephyrion menarik napas dalam.

Zephyrion:

"Ini… garis darah Primordial yang terhibridasi."

Penjaga serentak kaget.

Rex langsung pingsan setengah jalan.

Rex:

"Bro… apa kau anak dewa ganda apa gimana…"

Damien:

"…Aku tidak tahu apa maksudmu."

Zephyrion tersenyum bahagia seperti menemukan harta terpendam.

"Anak ini… adalah mutiara langka di dunia rendah."

"Damien Valtreos, aku akan memberimu sesuatu—hadiah untuk menyempurnakan garis keturunanmu."

────────────────────────────

⭐ ADEGAN 3 — DARAH PRIMORDIAL

Zephyrion menggigit jarinya.

Tetesan darah ungu keemasannya keluar.

Hanya satu tetes… namun ruangan langsung bergetar seperti gunung runtuh.

Hana hampir menjerit.

"Tetesan itu… kayak bisa ngebunuh satu benua…"

Zura menatap serius.

"…Bahkan aku pun tidak bisa menahan itu."

Zephyrion menempatkan tetesan darah itu di udara.

Darah itu berubah menjadi cahaya besar seperti matahari kecil.

Zephyrion:

"Terimalah, Pewaris Primordial."

Damien tidak sempat menolak—

cahaya itu masuk ke tubuhnya.

BOOOOM—!!

Gelombang energi meledak.

Rex terpental ke dinding.

Hana berguling lima kali.

Zura mundur setengah langkah.

Kaisar sendiri terkejut.

"Hah… tubuhmu menelan semuanya? Tanpa luka?"

Damien membuka mata perlahan.

Bulan perak samar berputar di irisnya, tersembunyi namun jelas.

Damien (dalam hati):

"…Ini darah Primordial… tapi tubuhku menolaknya sedikit."

Suara misterius muncul di kepalanya.

Suara Misterius:

"Tenang… darah lunar dalam dirimu menyempurnakannya.

Kau kini berada di jalur yang bahkan dewa tidak bayangkan."

"Naiklah."

Damien menggenggam udara.

WUUUSH—

"Ranah… naik."

────────────────────────────

🌘 DAMIEN BREAKTHROUGH

📌 Pulse Awakening Realm — tingkat 7

Terobosan ganda.

Darah Primordial + garis darah Bulan menyatu seperfect mungkin.

Aura Damien muncul seperti badai lunar yang disegel.

Zephyrion terpaku.

"…Dia… monster."

Hana ternganga:

"BRO KENAPA LU NAIK RANAH DI ISTANA ORANG??"

Rex berteriak sambil memegangi pinggang:

"DAMIEN, GUA BELUM SIAP LU JADI BOSNYA DEWA-DEWA!"

Damien tetap dingin.

Hanya sedikit menghela napas.

Damien:

"Aku tidak meminta ini."

Zephyrion tersenyum kecil.

"Aku memberikannya… karena kau akan menjadi masa depan kerajaan Starfall Crest."

Kalimat itu membuat seluruh ruangan membeku.

Damien mengangkat alis.

Damien:

"…Apa maksudmu?"

Zephyrion:

"Kau, Damien Valtreos…

akan menjadi pilar baru kerajaan ini.

Dan aku akan membantumu melakukan satu hal yang kau cari."

Damien menatapnya tajam.

Zephyrion menunduk sedikit.

"…aku akan membantumu menemukan Klan Valtreos."

────────────────────────────

🌑 ADEGAN PENUTUP — ORGANISASI MULAI GERAK

Di tempat lain…

di ruang gelap dengan simbol bulan merah—

Seorang pria berjubah hitam menerima laporan.

"Pemimpin… kita menemukan target."

Pemimpin Organisasi:

"Lyanna?"

Bawahan:

"Ya. Gadis itu sedang menuju kota Starfall Crest."

Pemimpin tersenyum sinis.

"Good.

Jika Damien benar-benar mulai bergerak… gadis itu akan menjadi kunci."

Ia menatap peta, lalu tertawa pelan.

"Mulai perburuan."

────────────────────────────

🔥 END OF CHAPTER 49

────────────────────────────

More Chapters