────────────────────────────
🔥 CHAPTER 46 — "Perjalanan ke Starfall Crest, Prajurit Gelap Bergerak, & Sang Pewaris Es"
────────────────────────────
🌑 ADEGAN PEMBUKA — MENUJU WILAYAH KERAJAAN NETRAL
Damien berjalan di depan rombongan. Malam masih pekat, tapi aura Pulse Awakening Realm 4-nya memancar seperti api dingin.
Rex menguap panjang.
"Bro… serius kita lewat jalur utara yang penuh bandit itu?"
Damien:
"Kita menuju Kerajaan Starfall Crest. Jalur manapun penuh bandit."
Hana menghela napas.
"Kerajaan itu… sangat tertutup. Bahkan keluarga bangsawan pun takut mendekat."
Zura menambahkan tanpa menoleh:
"Kerajaan Starfall Crest berstatus netral. Namun mereka mempunyai mata-mata di seluruh benua. Tidak ada rahasia yang bisa lolos dari mereka."
Rex menoleh cepat.
"Serem amat… mereka bisa tahu kita mau makan apa besok?"
Damien melirik tipis.
"Mereka bahkan tahu berapa banyak orang yang ingin membunuhmu."
Rex langsung diam.
"…..bro jangan becanda begitu."
Damien hanya berjalan lagi, tanpa ekspresi.
────────────────────────────
🌙 ADEGAN 1 — DAMIEN MENGINGAT TUJUAN BARU
Damien menatap langit.
"Klan Valtreos… akan tiba waktunya."
"Tapi sebelum itu… aku butuh informasi. Dan kerajaan Starfall Crest adalah tempat terbaik untuk itu."
Zura mengangguk tanpa ragu.
"Kerajaan itu… tempat paling aman sekaligus paling berbahaya. Namun jika Master ingin informasi, merekalah gudang rahasia benua."
Damien:
"Tepat. Kita mulai dari mereka."
Mata Damien berubah lagi menjadi perak-hitam, menandakan Warisan Primordial mulai stabil.
────────────────────────────
❄️ ADEGAN 2 — LYANNA & DEWA ES AURELIUS FROSMOURN
Di kerajaan Frostveil — ruang latihan es biru berkilau.
Lyanna sedang menahan pedang es yang hampir retak.
Aurelius Frosmourn, ayahnya, berdiri seperti patung kristal hidup. Mata birunya bersinar tajam.
Aurelius:
"Lyanna. Fokusmu masih goyah. Lagi."
Lyanna menggertakkan gigi.
"Ayah… aku tidak sekuat Damien."
Aurelius menatap putrinya.
"Dan kau tidak perlu menjadi Damien."
"Karena kau… mewarisi darahku."
Lyanna menarik napas dalam-dalam.
Arahkan pedang.
Mengalirkan mana-es.
CRAAAKK!!
Es putih keperakan melilit tubuhnya.
Lyanna mencapai Mortal Rein Realm tingkat 2 dengan stabil.
Aurelius mengangguk kagum.
"Kau berkembang. Tapi…"
Ia mendadak berhenti.
Aura hitam muncul di kejauhan.
Badai kecil terbentuk.
Aurelius menyipitkan mata.
"Organisasi itu… menemukanmu."
Lyanna menegang.
"Aku harus pergi ke Damien—"
"Tidak."
Aurelius menahan pundaknya.
"Belum saatnya. Kau masih lemah."
"Tapi…"
"Jika mereka menyentuhmu… aku akan membekukan seluruh benua."
Ruangan itu membeku sesaat, menunjukkan kekuatan Aurelius yang bukan manusia biasa.
────────────────────────────
🔥 ADEGAN 3 — ORGANISASI GELAP MENGGERAKKAN PEMBURU
Dalam ruang gelap, enam pemburu berdiri berlutut.
Pemimpin organisasi memegang peta besar.
"Target: Lyanna Frostveil."
"Statusnya sekarang meningkat. Dia dilatih Dewa Es. Kita harus cepat."
Seorang pemburu bertanya:
"Bagaimana dengan Damien?"
Pemimpin menggeleng.
"Jangan sentuh dia."
"Dia sudah mulai membangunkan Warisan Primordial.
Jika kalian mengganggunya… kita semua akan mati."
Semua diam.
"Fokus pada gadis itu."
"Awasi Damien dari kejauhan. Jangan berhadapan langsung."
────────────────────────────
🌑 ADEGAN 4 — CAMPING MALAM & PENINGKATAN DAMIEN
Rex membuat api unggun.
Hana memasak.
Zura berjaga.
Damien duduk bersila, tangan di atas lutut.
Warisan Primordial di tubuhnya mulai menyalakan garis hitam-perak di punggung tangannya.
Damien mengerutkan alis.
"Ini… menarik."
Zura mendekat.
"Master, tubuh Anda sedang merespon peningkatan emosi, ambisi, dan tujuan. Ini membuat warisan Anda bereaksi."
Cincin hitam Damien bersinar.
BOOOM!
Gelombang aura naik.
Damien → Pulse Awakening Realm tingkat 5 (hampir).
Tapi ditahan.
Warisan Primordial tidak membiarkan peningkatan instan yang terlalu besar.
Damien membuka mata.
"Tsk. Kupikir bisa menembus langsung."
Rex melihat dari belakang sambil menggigit roti.
"Kau naik level hanya karena marah. Bro… ini ilegal."
Damien:
"Bagus. Aku suka ilegal."
Rex:
"…bro jangan ngomong gitu di depan tentara, nanti diseret."
────────────────────────────
🌠 ADEGAN PENUTUP — TUJUAN BARU
Saat semua tidur, Damien berdiri di tebing.
Angin malam meniup rambut hitam-peraknya.
Damien:
"Starfall Crest…"
"Aku ingin tahu siapa sebenarnya yang menggerakkan semua mata-mata itu."
"Dan siapa yang mengetahui tentang Warisan Primordial."
Zura berdiri di sampingnya.
"Master, perjalanan akan mulai berbahaya."
Damien menatap tajam ke utara, ke arah kerajaan misterius itu.
"Bagus."
"Aku benci perjalanan yang aman."
Langit bergetar sedikit—
seperti Warisan Primordial menyetujui kata-katanya.
────────────────────────────
END OF CHAPTER 46🔥
────────────────────────────
